NGANJUK, JP Radar Nganjuk-Ambruknya salah satu bangunan di Puskesmas Rejoso membuat manajemen puskesmas melakukan penyesuaian. Salah satunya, memfungsikan ruang perawatan puskesmas sebagai poli untuk pelayanan rawat jalan warga setempat.
Pantauan Jawa Pos Radar Nganjuk, satu bangunan yang ada di bagian tengah, depan kompleks Puskesmas Rejoso itu rusak parah. Atapnya ambrol hingga menyisakan puing-puing yang jatuh di lantai. Untuk mencegah agar bangunan tak membahayakan orang, Polsek Rejoso memasang garis polisi di pintu masuk ruangan.
Pengelola dan Bendahara Barang Puskesmas Rejoso Setyo Purwanto mengatakan, kerusakan bangunan tersebut terjadi secara bertahap. “Sejak pertengahan 2019 lalu atapnya sudah menggantung dan dikosongkan,” ujar pria yang akrab disapa Ipung itu.
Kerusakan parah terjadi pada minggu kedua Februari lalu. Atap yang semula menggantung itu ambruk setelah wilayah setempat diguyur hujan deras. Kerusakan bertambah di bagian lainnya pada Senin (1/3) lalu.
Lebih jauh Ipung menjelaskan, bangunan tersebut sebelumnya berfungsi sebagai ruang poli rawat jalan, poli gigi, kesehatan ibu dan anak (KIA), keluarga berencana (KB). Ada pula bagian yang dimanfaatkan untuk ruang kepala puskesmas hingga unit gawat darurat (UGD).
Dengan kerusakan yang semakin parah, poli Puskesmas Rejoso dipindahkan ke bangunan di belakangnya. “Kami pakai ruang rawat inap umum dan jiwa itu untuk poli,” lanjutnya.
Pembagian ruangan itu, diakui Ipung membuat petugas puskesmas harus berbagi tempat dengan bagian lainnya. Demi keamanan bersama, menurut Ipung para pegawai di Puskesmas Rejoso sudah menyadarinya.
Kapan puskesmas akan diperbaiki? Ipung menjelaskan, pihaknya sudah mengajukan perbaikan ke dinas kesehatan. Rencananya, perbaikan gedung rusak itu akan dilakukan tahun ini. “Sebenarnya sempat dianggarkan tahun 2020, tapi terkena refocusing Covid-19,” jelasnya.
Editor : adi nugroho