Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Belum Ada Tes GeNose di Stasiun Nganjuk

adi nugroho • Kamis, 28 Januari 2021 | 19:10 WIB
belum-ada-tes-genose-di-stasiun-nganjuk
belum-ada-tes-genose-di-stasiun-nganjuk


NGANJUK, JP Radar Nganjuk–Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengeluarkan regulasi baru untuk transportasi kereta api. Yakni, penumpang bisa menggunakan surat keterangan hasil tes GeNose. Meski surat edaran sudah dikeluarkan sejak Selasa (26/1) lalu, hingga kemarin layanan tersebut belum tersedia di Stasiun Ngajuk dan Stasiun Kertosono.


Manajer Humas PT KAI Daop 7 Madiun Ixfan Hendriwintoko mengungkapkan, hingga kemarin PT KAI masih menyiapkan layanan tersebut. “Sementara ini kami masih menggunakan rapid antigen,” ujarnya.


Dengan belum tersedianya tes GeNose, menurut Ixfan penumpang tetap bisa melakukan rapid test antigen yang tersedia di Stasiun Kertosono. Sama seperti sebelumnya, surat keterangan itu berlaku 3x24 jam.


Sesuai mekanisme, jelas Ixfan, calon penumpang yang hasil rapid test antigen-nya dinyatakan reaktif, mereka akan diarahkan ke ruang isolasi. Selanjutnya, calon penumpang yang tidak boleh melakukan perjalanan itu akan diarahkan untuk melakukan pemeriksaan ke rumah sakit.


PT KAI, tutur Ixfan, juga akan berkoordinasi dengan dinas tekait atau satgas daerah utk dilakukan pendataan dan penanganan lebih lanjut. Tujuannya, untuk mencegah penyebaran Covid-19.


Untuk diketahui, sesuai SE Kemenhub tentang perpanjangan pemberlakuan petunjuk pelaksanaan (juklak) perjalanan dengan transportasi KA dalam masa pandemi, calon penumpang wajib menunjukkan hasil rapid antigen, PCR, atau GeNose yang negatif.


Ketentuan itu berlaku mulai 26 Januari hingga 8 Februari nanti. Adapun untuk perpanjangannya, Ixfan mengaku belum tahu. “Kami hanya menunggu arahan dari pemerintah pusat,” terangnya.


Seperti diberitakan, tes GeNose merupakan alat deteksi Covid-19 yang dikembangkan oleh peneliti UGM, Jogjakarta. Alat tersebut diklaim bisa mendeteksi senyawa organik yang mudah menguap dari embusan napas.

Editor : adi nugroho
#kabar nganjuk #covid-19 #radar nganjuk