NGANJUK, JP Radar Nganjuk –Insiden tewasnya Suroto, 63, petani di Desa Rowomarto, Patianrowo, pada Rabu (6/1) malam lalu akibat sengatan tawon endas langsung ditindaklanjuti oleh UPTD Pemadam Kebakaran (Damkar) Nganjuk. Kamis (7/1) lalu mereka memusnahkan sarang tersebut. Selain di Patianrowo, total ada empat sarang membahayakan lain yang dibakar.
Empat sarang tawon tersebut menurut Kepala Satpol PP Nganjuk Abdul Wakid berasal dari beberapa kecamatan. Mulai Gondang, Lengkong, Kertosono, dan Nganjuk. “Semuanya berada di atap rumah warga,” ujar Wakid tentang letak sarang tawon yang dimusnahkan.
Lebih jauh Wakid mengatakan, keberadaan sarang tawon endas raksasa jadi perhatian khusus Damkar Nganjuk. Sebab, sengatannya terbukti membahayakan masyarakat.
Terutama setelah Suroto meninggal akibat sengatan tawon hampir di sekujur tubuhnya tersebut. “Setelah menerima laporan (meninggalnya Suroto akibat sengatan tawon endas, Red) damkar langsung melakukan pemusnahan sarang keesokan harinya,” lanjut Wakid.
Sarang dengan diameter 40 sentimeter itu berada di antara pohon buah naga dan pohon bambu. Melihat lokasinya yang riskan, damkar melakukan pemusnahan pada malam hari.
Dikatakan Wakid, selama ini damkar lagnsung merespons cepat laporan keberadaan sarang tawon. “Laporan yang masuk pada hari itu dikerjakan hari itu juga,” jelasnya sembari menyebut operasi tangkap tawon (OTT) dilakukan pada malam hari.
Karenanya, Wakid meminta masyarakat bisa melapor ke damkar jika mendapati ada sarang tawon membahayakan di lingkungannya. Sehingga, keberadaan hewan vespa affinis di sana tidak memakan korban jiwa seperti halnya di Patianrowo.
Sementara itu, tak hanya di Patianrowo. Di empat kecamatan lain keberadaan tawon juga menganggu aktivitas warga. Makanya, Wakid mengingatkan agar masyarakat berhati-hati saat berada di dekat sarang tawon tersebut. “Kalau memang dinilai membahayakan bisa dilaporkan. Akan kami tangani hari itu juga,” tandasnya.
Editor : adi nugroho