KABUPATEN, JP Radar Kediri- Pemerintah Kabupaten Kediri bergerak cepat. Mereka segera melakukan pembenahan beberapa fasilitas umum yang rusak akibat banjir bandang Rabu (6/1) lalu. Terutama tiga jembatan di Desa Besowo, Kecamatan Kepung.
Di Desa Besowo setidaknya ada tiga jembatan yang rusak setelah diterjang banjir bandang dari lereng Gunung Kelud tersebut. Yakni Jembatan Kali Tengah di Dusun Besowo Timur; Jembatan Jaban; dan Jembatan Sekuning.
“Kalau yang Jembatan Jaban sebenarnya aman tapi penahan samping jembatan rawan longsor,” ujar Kepala Dusun Jaban Wahyu Widodo saat ditemui Jawa Pos Radar Kediri kemarin.
Wahyu menyebut sementara ini akses untuk kendaraan besar yang melintas di jembatan yang menuju empat dusun di Desa Besowo itu ditutup. Yang boleh melintas hanya pengendara motor dan roda empat berukuran kecil.
Wahyu mengatakan pengerjaan perbaikan jembatan di Jaban ini menjadi prioritas utama. Sebab menjadi akses untuk pengangkut hasil pertanian ke pasar dan juga distribusi air bersih.
“Kalau tidak segera diperbaiki truk pengangkut hasil pertanian dan tangki untuk menyalurkan air bersih dari Sekuning tidak bisa lewat,” ungkapnya.
Terlebih saat ini sejumlah dusun di Desa Besowo sangat butuh air bersih dari penyediaan air minum masyarakat (pamsimas) yang ada di Dusun Sekuning. Kemarin dua tangki BPBD sudah siap untuk melakukan distribusi. Namun karena belum bisa melintas jembatan maka distribusi belum bisa dilakukan.
“Nanti mobil tangki BPBD yang mengambil air dari Pamsimas lewat jembatan ini. Mangkanya harus segera dibenahi. Karena misalkan dipaksakan lewat masih rawan ambrol,” jelasnya.
Untuk dua jembatan lain, yakni di Desa Sekuning dan Besowo Timur, ukurannya tak sebesar yang ada di Jaban. Yang di Besowo Timur saat ini masih dinormalisasi karena banyak material kayu yang tersangkut.
Sementara untuk Jembatan Sekuning, kondisinya cukup parah. Pilar jembatan saat ini dalam kondisi menggantung. Itu karena tanah di bawah jembatan tergerus air saat banjir bandang Rabu malam. “Jadi yang di Sekuning sekarang ditutup total,” jelasnya.
Kepala Desa Besowo Suyanto mengungkapkan bahwa banjir bandang yang melanda desanya mengakibatkan dampak yang parah. Selain akses jembatan ke sejumlah dusun yang rusak, juga fasilitas penyedia air bersih dari penampung air juga mengalami kerusakan.
“Jadi sementara ini untuk air bersih kita minta bantuan BPBD untuk dropping air. Diambilkan dari Pamsimas Sekuning,” ungkapnya.
Selain dari Pamsimas, warga juga bisa memanfaatkan air yang ada di tandon milik gereja setempat. Sementara untuk kebutuhan mandi dan cuci, selama penampung air dibenahi, warga di enam dusun yang terdampak terpaksa harus memanfaatkan air tadah hujan. Suyanto juga mengimbau masyarakatnya, terutama yang berada di dekat aliran sungai untuk waspada di musim penghujan ini.
“Karena cuaca ekstrem masih terjadi, saya sudah berkoordinasi dengan seluruh kepala dusun untuk sosialisasi kewaspadaan bencana,” tandasnya.
Sementara itu, Pemkot Kediri berencana membangun resapan air. Anggaran pembangunan tersebut akan diambilkan dari Program Pemberdayaan Masyarakat (Prodamas).
“Perumahan harus membuat resapan-resapan air. Bisa menggunakan dana Prodamas karena itu nanti akan bisa membantu meresapkan air,” ujar Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar kemarin.
Abu mengatakan resapan tersebut bisa mengurangi potensi genangan bila terjadi hujan deras. “Kalau ada daerah resapan, debit air akibat curah hujan yang tinggi tidak semuanya masuk got,” imbuhnya.
Kamis lalu, Abu melakukan sidak. Dengan berkendara motor Abu dan rombongannya meninjau beberapa titik sungai dan drainase. Beberapa aliran sungai yang didatangi itu di antaranya Kali Tawang di utara Hotel Kolombo, Kali Parung di selatan Alun-alun, bantaran Sungai Brantas, dan Kali Ngampel. Juga gorong-gorong di Jalan Mayjen Sungkono.
Abu bersama rombongannya melakukan pengecekan terhadap inlet dan outlet saluran air yang ada di sana. “Yang perlu kita garis bawahi bersama adalah kita harus sadar jangan buang sampah di saluran air sama sekali. Itu akan jadi bom waktu kita nanti ke depan. Kita akan berbenah terus,” pungkas Abu.
Untuk diketahui, berdasarkan hasil asesmen BPBD Kota Kediri, tercatat ada 12 titik yang terjadi banjir luapan tersebut. Baik yang terjadi di jalanan maupun yang ada di permukiman warga. Tidak hanya itu, ada pula beberapa pohon yang tumbang akibat terjangan angin kencang. (din/tar/fud)
Editor : adi nugroho