KABUPATEN, JP Radar Kediri – Revitalisasi beberapa pasar tradisional yang dilakukan Pemkab Kediri sudah tuntas. Meskipun demikian, pasar-pasar tersebut belum mulai dioperasionalkan. Hingga kemarin aktivitas perdagangan masih berada di tempat penampungan sementara (TPS).
Salah satu pasar tradisional yang pembangunannya sudah selesai adalah Pasar Kras. Aktivitas pengerjaan proyek sudah tidak terlihat lagi di pasar tersebut. Namun, pihak pasar mengaku belum tahu kapan tempat itu akan dibuka lagi.
“Belum tahu (kapan akan dibuka untuk umum). Tapi sudah selesai (proses revitalisasi pasarnya),” aku Wakil Koordinator Pasar Kras Tamami.
Pria 60 tahun ini mengatakan, proses revitalisasi Pasar Kras berlangsung selama setahun penuh.Mulai 15 Desember 2019 dan rampung pada 15 Desember 2020 lalu.
Saat ini, menurut pria yang telah 33 tahun bertugas di Pasar Kras, mereka tengah merencanakan pembagian los yang akan ditempati pedagang. Rencananya, pembagian los sesuai dengan jenis dagangan.
“Ini masih perencanaan, nanti disdag yang akan menentukan pembagian nomor,” tuturnya.
Sampai saat ini sebanyak 390 pedagang resmi yang tercatat masih melakukan aktivitas di tempat penampungan pedagang sementara (TPPS). Sementara itu, dari revitalisasi pasar Kras yang telah rampung itu tersedia sebanyak 378 los pedagang.
Dari pantauan koran ini, Pasar Kras yang telah rampung revitalisasi dilengkapi dengan musala, toilet, dan kantor di sisi selatan. Kondisi pasar pun layak dan bersih.
Suhartatik, 70, salah seorang pedagang konveksi mengatakan gembira dengan selesainya revitalisasi Pasar Kras. Menurutnya kebersihan menjadi faktor yang penting. Meskipun ukuran los nantinya lebih sempit. “Ukurannya sekarang 1,5 (meter) x 2,75 (meter). Dulu 3 x 4 (meter),” ungkapnya.
Selain pengaturan untuk los setelah revitalisasi, juga disampaikan pengaturan pedagang dadakan pagi hari (pasar krempyeng). Nantinya, pedagang pasar krempyeng itu menempati area di tepi jalan, tidak berada di dalam pasar. Jam operasi pasar itu pun mulai pukul 03.00 WIB sampai 06.00 WIB. Itu dilakukan agar pedagang di dalam pasar nantinya masih ada kesempatan menerima pembeli. “Waktunya bergantian,” terang pria berkacamata itu.
Sementara itu, meskipun revitalisasi dua pasar telah selesai, pemkab masih belum memiliki agenda pasti pengoperasiannya. Saat ini masih disusun penjadwalan ulang dari rencana semula di awal 2021 ini.
“Jadwal sementara, pertengahan Januari akan kami resmikan,” aku Plt Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Kediri Tutik Purwaningsih.
Menurut Tutik, revitalisasi du pasar, Pasar Kras dan Pasar Gringging, sudah selesai secara administrasi dan kontrak. Hanya saja, untuk detail apa saja yang sudah benar-benar rampung, pihaknya masih akan melakukan peninjauan.
Karena itulah jadwal peresmian juga ikut belum pasti. Masih akan dibahas lagi. Termasuk untuk relokasi pedagang yang selama ini menempati TPPS, menurutnya masih akan dibahas.
“Untuk relokasi kami masih re-schedule, mengingat masih situasi pandemi Covid-19,” jelasnya.
Khusus untuk Pasar Gringging, pada tahap terakhir, Tutik menyampaikan bahwa penyelesaian dilakukan pada drainase. Karena drainase adalah salah satu perhatian dalam revitalisasi pasar ini. Penyebabnya adalah kendala banjir yang selalu terjadi sebelum revitalisasi.
Antisipasi banjir di Pasar Gringging kata Tutik sangat penting. Ia berharap dengan revitalisasi ini upaya pencegahan dengan pengelolaan saluran air yang baik bisa maksimal. Terlebih limpahan air dari luar pasar menjadi salah satu penyebab seringnya pasar tersebut banjir ketika musim hujan. Membuat pedagang dan pembeli tidak nyaman.
Pembangunan kedua pasar ini juga tak terlepas dari kondisinya yang sudah kurang layak. Termasuk jumlah pedagang yang tak sebanding dengan daya tampung pasar alias sudah overload.
Tutik menyebut, ke depan, selain memperhatikan pengelolaan sampah, di pasar yang baru nanti juga dilakukan zonasi berdasarkan jenis dagangan. “Ada zona daging, konveksi, gerabah, sayur, dan lain sebagainya,” tandasnya.
Selain itu, pedagang lapak yang dahulu tertutup kios, sekarang tidak. Karena kios sudah dibangun sendiri dengan konsep pertokoan di samping los pedagang. Bukan lagi di bagian depan. “Kami harapkan dengan revitalisasi ini pasar bisa lebih nyaman baik bagi pedagang maupun pengunjung,” pungkasnya. (c2/din/fud)
Editor : adi nugroho