Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

SMAN 1 Sukomoro Ditutup Lagi

adi nugroho • Kamis, 10 Desember 2020 | 19:30 WIB
sman-1-sukomoro-ditutup-lagi
sman-1-sukomoro-ditutup-lagi


NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Pembelajaran tatap muka di SMAN 1 Sukomoro kembali dihentikan. Sekolah yang berada di Desa Sumengko, Sukomoro itu di-lockdown setelah perempuan usia 42 tahun asal Nganjuk, salah satu gurunya, terpapar virus korona.


Kepala SMAN 1 Sukomoro Sumidi mengungkapkan, guru yang terinfeksi virus Covid-19 ini sudah menjalani isolasi mandiri (isoman) sejak Jumat (20/11). Ia terdeteksi sebagai kontak erat keluarganya yang positif korona. “Awalnya sempat melakukan rapid hasinya nonreaktif,” katanya.


Meski hasilnya nonreaktif, Sumidi tetap memintanya untuk melanjutkan isoman di rumah. Tidak lama setelah itu, dia lalu kontak lagi dengan keluarga dekat lain yang juga positif Covid-19. Nah, dari kontak kedua inilah guru tersebut lalu menjalani tes usap.


Hasilnya, pada Sabtu (5/12) lalu, dia dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19. Saat ini, pasien dirawat di rumah sakit darurat Pu Sindok Nganjuk. “Sejak satu minggu, kami sudah lockdown,” ucapnya. Lockdown minggu ini merupakan kali kedua setelah beberapa bulan lalu sekolah juga ditutup. Penyebabnya, ada warga di lingkungan sekolah yang terkonfirmasi positif korona.


Kapan pembelajaran tatap muka di sana akan dilaksanakan kembali? Terkait hal itu, Sumidi mengaku masih akan berkoordinasi terlebih dahulu dengan gugus tugas di kecamatan. Mulai kecamatan, polsek, dan koramil.


Selain SMAN 1 Sukomoro, SMAN 2 Nganjuk juga menerapkan pembelajaran daring. Kepala SMAN 2 Nganjuk Rita Amalisa mengatakan, pembelajaran daring di sana digelar sejak akhir November lalu. Meski demikian, dia menyebut hal itu bukan karena sekolahnya di-lockdown. “Kebetulan remidialnya daring,” tutur Rita.


Diakui Rita, ada tiga siswanya yang sempat kontak erat dengan pasien terkonfirmasi positif. Namun setelah dilakukan rapid test, hasil dari ketiga muridnya itu nonreaktif.


Sementara itu, selain kasus Covid-19 yang menimpa guru SMAN 1 Sukomoro, jumlah kasus korona di Nganjuk juga terus bertambah. Juru Bicara Gugus Tugas Percapatan Penanggulangan (GTPP) Covid-19 dr Hendriyanto menjelaskan, kemarin kembali ada tambahan 10 pasien terkonfirmasi korona. Dari jumlah tersebut ada dua yang meninggal dunia.


Mereka adalah lelaki berusia 40 tahun asal Kertosono yang meninggal pada Senin (7/12) dan lelaki berusia 43 tahun asal Nganjuk yang meninggal Rabu (2/12) lalu. “Hasil tes swab mereka baru keluar hari ini (kemarin, Red),” ujar Hendri.


Adapun delapan pasien Covid-19 yang baru terdeteksi kemarin adalah perempuan berusia 58 tahun asal Gondang yang dirawat di RS Bhayangkara Nganjuk. Kemudian, perempuan berusia 40 asal Sukomoro yang dirawat di RSUD Nganjuk. Ada pula lelaki berusia 22 tahun asal Patianrowo yang dirawat di Pu Sindok.


Selanjutnya, ada tiga pasien yang menjalani isolasi mandiri. Mereka adalah perempuan berusia 48 tahun asal Baron, perempuan beruisa 52 tahun asal Baron, dan perempuan berusia 25 tahun asal Patianrowo. “Dua pasien lagi, lelaki berusia 30 tahun asal Kertosono dan perempuan berusia 56 tahun asal Sawahan dirawat di Pu Sindok,” terang Hendri.


Selain penambahan 10 kasus baru, Hendri menjelaskan kemarin juga ada lima pasien yang sembuh. Dengan perubahan itu, total pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Nganjuk sebanyak 854 orang. Sebanyak 679 orang di antaranya dinyatakan sembuh. “Sebanyak 86 orang menjalani perawatan, dan total pasien meninggal 89 orang,” jelasnya.

Editor : adi nugroho
#kabar nganjuk #covid-19 #radar nganjuk