KABUPATEN, JP Radar Kediri- Pembangunan sejumlah aset milik Pemerintah Kabupaten Kediri (Pemkab) Kediri yang terdampak pembangunan bandara memasuki tahap akhir. Rencanannya, akhir tahun ini pengerjaan gedung di Dusun Pojok, Desa Bulusari, Kecamatan Tarokan tersebut selesai. Terutama untuk SMPN 3 Grogol yang diharapkan menjadi pilot project sekolah di sekitarnya.
Aset milik pemkab tersebut adalah SMPN 3 Grogol, SDN Bulusari, dan UPTD Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kabupaten Kediri. Semua aset itu pengelolaannya di bawah dinas pendidikan.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri Sujud Winarko membenarkan bahwa aset pemkab terdampak bandara itu sedang pengerjaan tahap akhir. Ia juga menunggu penyelesaian pembangunan sebelum difungsikan. “Kapan mulai digunakan kami juga menunggu situasi pandemi ini. Kalau untuk sekolah sejauh ini memang masih dalam jaringan (daring) yang induknya di SMPN Grogol 1 dan 2. Sehingga sementara ini tidak ada masalah,” ujarnya.
Masih menurut Sujud, untuk gedung SMP 3 lama saat ini sudah dikosongkan. Sebab, kawasan tersebut menjadi salah satu tempat vital bandara dan akan segera dibongkar. Sementara untuk SKB saat ini digunakan sebagai tempat pekerja proyek bandara.
Di lokasi, pengerjaanya terus dikebut. Seperti pembuatan pagar maupun pemasangan atap untuk aula sekolah. Di lokasi itu juga telah ada akses jalan kembar. Lengkap dengan sistem drainase. Gedung SMP 3 Grogol sendiri bangunan barunya lebih besar dari gedung yang lama. Sujud berharap ke depan sekolah ini bisa menjadi percontohan. Apalagi didukung dengan fasilitas belajar mengajar yang baik.
“Terutama di sekitar bandara, sekolah ini menjadi lembaga yang diharapkan betul-betul memenuhi standar,” harapnya.
Kata Sujud, tidak hanya bisa bersaing dengan sekolah lain, namun juga bisa digunakan sebagai pilot project kegiatan-kegiatan sekolah yang lebih baik lagi. “Ya kita lihat nanti seperti apa. Yang jelas berharap semakin baik,” tandasnya. Termasuk untuk gedung SKB yang jelas fasilitas ada perubahan. Artinya bisa meningkatkan kualitas kegiatan pendidikan non-formal di Kabupaten Kediri.
Terkait nama sekolah, dalam penerimaan siswa baru bahwa penamaan sekolah akan tetap dengan nama lama. Meskipun lokasinya berpindah kecamatan, untuk nama instansi yang dipindah tetap sama. Hal itu karena proses perizinan sudah melekat sejak lama dan bakal sulit jika mengganti nama sekolah.
Untuk diketahui, semua aset yang menjadi milik daerah Sukadi menyebut memang harus dilakukan tukar guling. Terlebih lokasi SMPN 3 Grogol saat ini merupakan lokasi penting karena sebagai salah satu titik landasan pacu bandara. (din/fud)
Editor : adi nugroho