Sementara itu, selain pembangunan Selingkar Wilis selatan mulai Desa Bajulan, Loceret tembus Desa Kalipang, Grogol, Kabupaten Kediri, Pemkab Nganjuk juga menggarap radial Selingkar Wilis. Di antaranya di Desa Genjeng, Loceret yang materialnya sudah disiapkan di tepi jalan.
Pantauan koran ini kemarin siang, akses untuk kendaraan roda empat di desa Genjeng ditutup. Pasalnya, separo lebih badan jalan menuju wisata Air Merambang Roro Kuning itu tertutup material berupa pasir dan batu koral.
Kades Genjeng Lausin mengungkapkan, proyek jalan radial Selingkar Wilis dimulai seminggu lalu. “Pembangunan jalan nanti akan menjadi rigid beton. Sebagian aspal,” ujar Lausin.
Terkait titik jalan yang akan dibeton dan aspal, Lausin mengaku tidak mengetahuinya. Meski demikian dia bersyukur jalan di desanya diperbaiki. Sebab, daerah tersebut sering dilewati truk besar pengangkut material yang membuat jalan rusak.
Data yang dihimpun Jawa Pos Radar Nganjuk, rehabilitas jalan radial Selingkar Wilis ini membentang mulai Desa Mangunsari sampai Desa Bajulan, Loceret. Untuk menyelesaikan rehabilitasi jalan tersebut, Pemkab Nganjuk menyiapkan dana Rp 10,56 miliar. Setelah dilelang, pemenang tender proyek ini hanya memerlukan anggaran senilai Rp 9,9 miliar.
Terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Gunawan Widagdo membenarkan jika tidak semua titik jalan akan berwujud rigid beton. Melainkan ada sebagian ruas yang akan diberi aspal.
Untuk pembangunan jalan beton, menurut Gunawan salah satunya dilakukan di Desa Genjeng. “Dibeton karena di sana sering dilewati kendaraan berat,” terang Gunawan sembari menyebut pembangunan jalan beton agar ruas tersebut tidak cepat rusak.
Lebih jauh Gunawan menjelaskan, pembangunan radial Selingkar Wilis ini akan dikerjakan sampai lima kilometer. Pekerjaan paling panjang nantinya adalah rigid beton mencapai 3,6 kilometer.
Sedangkan sisanya rehabilitasi aspal sepanjang kurang dari dua kilometer. “Aspal atau rigid beton tergantung kondisi jalan juga. Kalau yang cocok aspal ya kita pakai aspal,” bebernya.
Dikatakan Gunawan, dari seluruh ruas radial Selingkar Wilis, menurutnya tidak semua diperbaiki. Keterbatasan anggaran membuat pemkab melakukan pemilahan. Jalan yang kondisinya bagus tidak akan direhab. Melainkan, fokus pada spot yang rusak.
Seperti diberitakan, Pemkab Nganjuk menganggarkan total Rp 23,27 miliar untuk pembangunan trase, radial, dan sirip jalan Selingkar Wilis tahun ini. Dana puluhan miliar yang bersumber dari dana alokasi khusus (DAK), dana insentif daerah (DID), dan APBD itu digunakan untuk perbaikan jalan sebanyak 24 titik di Kecamatan Sawahan, Berbek, Ngetos, dan Loceret.
Editor : adi nugroho