Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Bukti Sejarah Jejak-Jejak Peradaban Masa Lalu di Kali Konto, Apa Saja?

adi nugroho • Kamis, 6 Agustus 2020 | 21:00 WIB
bukti-sejarah-jejak-jejak-peradaban-masa-lalu-di-kali-konto-apa-saja
bukti-sejarah-jejak-jejak-peradaban-masa-lalu-di-kali-konto-apa-saja


Di dekat Kali Konto, Kandangan diindikasi ada bengkel arca zaman kerajaan. Itu dibuktikan temuan beberapa artefak kuno yang kondisinya belum selesai dibuat.


 


Aliran Kali Konto di Kecamatan Kandangan salah satunya berasal dari Gunung Kelud. Ini merupakan aliran lahar terbesar di kawasan lereng utara gunung api tersebut. Bahkan terakhir pada letusan 2014, kali yang bermuara di Sungai Brantas itu sempat dilanda banjir bandang akibat lahar hujan dari puncak Kelud.


Di sekitar Kali Konto inilah terdapat jejak-jejak peradaban masa lalu. Ada banyak bukti peninggalan sejarah. Salah satunya artefak kuno berupa arca yang belum sepenuhnya selesai dibuat. Wujudnya belum sempurna atau unfinish.


Ada tiga arca. Letaknya di Dusun Kebondalem, Desa Kandangan. Dari Pasar Kandangan jaraknya sekitar 1,5 kilometer ke arah utara. Tepat di tepi Jalan Raya Jombang. Jika dilihat sekilas, ketiga arca yang tertata rapi menghadap selatan tersebut seperti batu biasa. Namun apabila diperhatikan seksama, arca dari batu andesit itu memiliki beberapa guratan yang seperti hendak dijadikan patung dewa.


Dari keterangan Pemerhati Sejarah Novi Bahrul Munib, wujud salah satu arca unfinish itu digambarkan hanya setengah badan. “Posisi arca dalam sikap berdiri samabangga dan stellanya dibuat ganda,” ujarnya.


Bahkan arca ini terlihat samar. Ada semacam belalai di bagian kepala. Sangat mungkin artefak ini berbentuk Dewa Ganesha. Kemudian, untuk arca unfinish kedua, posisinya sama dengan arca pertama. Cirinya bertangan dua. Tangan kanan membawa tongkat trisula. Sedangkan tangan kiri ditekuk pada muka dada.


Dari catatan Novi, untuk arca ini terlihat samar mengenakan jatamakuta. “Dengan petunjuk semacam itu dimungkinkan arca ini merupakan arca Dewa Siwa,” tambahnya.


Untuk arca ketiga posisinya sama dengan dua arca lain. Yang membedakan adalah tangan kanan yang belum selesai dikerjakan. Sementara untuk tangan kiri dalam posisi lurus ke bawah.


Selain keberadaan tiga arca tersebut, di Desa Kandangan masih banyak bukti artefak lain. Yakni di Punden Dusun Bioro. Di lokasi ini ada beberapa artefak yang diamankan di sekitar makam sesepuh daerah setempat.


Jika dikaitkan dengan penemuan-penemuan lain di sekitarnya, Novi menyebut, banyak yang berpendapat bahwa kawasan Kandangan ini terdapat bengkel arca. Terutama di Dusun Kebondalem, Desa Kandangan.


Periodisasinya belum bisa ditentukan pasti. Namun, menurutnya, secara kontekstual karena lokasi arca dekat dengan Situs Bioro dengan adanya isnkripsi tahun 1171 Saka atau 1249 Masehi. Maka itu bisa menjadi pendukung bahwa kawasan ini sudah ada sejak abad 12. (din/ndr/bersambung)


Editor : adi nugroho
#radarkediri #sejarah #kelud