Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Pemkot Tutup Pasar Banjaran Kediri, Ini Alasannya

adi nugroho • Senin, 11 Mei 2020 | 23:25 WIB
pemkot-tutup-pasar-banjaran-kediri-ini-alasannya
pemkot-tutup-pasar-banjaran-kediri-ini-alasannya

KOTA, JP Radar Kediri – Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri menutup Pasar Banjaran. Pasalnya, di tempat transaksi jual beli itu terdapat pedagang yang dinyatakan sebagai pasien reaktif. Hal tersebut dipastikan dari hasil rapid test yang telah dilakukan sekitar enam hari sebelumnya.


Meski begitu, penutupan pasar itu bersifat sementara. Aktivitas operasional di sana mulai dihentikan sejak kemarin. Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar menjelaskan bahwa mulai hari Minggu (10/5) Pasar Banjaran ditutup. Penutupan itu dari kegiatan operasional hingga pintu masuk menuju ke pasar.


“Pasar ditutup sementara selama tiga hari. Berlaku sampai Selasa (12/5) nanti,” ujar kepala daerah berlatar belakang pengusaha ini.


Mas Abu –sapaan karib Abdullah Abu Bakar – mengungkapkan soal penutupan Pasar Banjaran itu dalam rekaman video yang diunggah di dalam akun media sosial (medsos) pribadinya.


Di sana dijelaskan bahwa penutupan sebagai bentuk sterilisasi pasar. Kebijakan ini pun sudah dilakukan imbauan terhadap seluruh masyarakat. Selain itu, pihaknya juga telah menyampaikan kepada pedagang yang ada di dalam pasar.


Dari hasil sosialisasi kepada masyarakat sekitar dan pedagang yang sudah didatangi pemkot, Abu menyatakan, tidak ada penolakan. Baik dari masyarakat maupun para pedagang di pasar tersebut.


Penutupan pasar ini, menurutnya, dilakukan setelah hasil tracing yang dilakukan oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kota Kediri. Tim gugus tugas itu menemukan, salah satu pasien reaktif dari hasil rapid test yang telah dilakukan sebelumnya.


“Saya harap, warga Kota Kediri terus melakukan hidup bersih dan sehat. Dan terus waspada,” terang Mas Abu.


Pedagang yang dites rapid dan diketahui berasal dari Desa Jabon, Kecamatan Banyakan, Kabupaten Kediri itu sehari-harinya diketahui bekerja di Pasar Banjaran. Di pasar wilayah kecamatan kota itu, dia berjualan sayur-mayur.


Sebelumnya, pasien yang diketahui berjenis kelamin perempan berumur 45 tahun dan rapid test-nya reaktif itu berhubungan dengan klaster pabrik rokok di Tulungagung.


Sementara itu, kabar duka datang dari salah satu pasien dalam pengawasan (PDP) asal Kelurahan Ngletih, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri. PDP tersebut meninggal dunia dengan hasil rapid test yang diketahui juga reaktif. Jenazah pasien ini telah dimakamkan.


“Sudah dikebumikan dengan protokol pemakaman Covid-19,” ungkap Mas Abu.


Menurut wali kota, PDP tersebut juga berasal dari klaster pabrik rokok di Tulungagung. Dia kali pertama masuk ke RSUD Gambiran pada sekitar Minggu silam (3/5). Karena dari klaster Tulungagung maka dilakukan rapid test.


Ternyata hasil tesnya negatif. Awalnya, pasien ini datang dengan keluhan sesak napas, batuk dan demam. “Karena rapid test negatif, maka didiagnosis ODP (orang dalam pantauan). Yang bersangkutan dirawat di ruangan biasa. Tepatnya di ruang Pamenang,” paparnya.


Namun kemudian, setelah dirawat selama enam hari, pada hari Sabtu, 9 Mei, dokter yang merawat memerintahkan agar dilakukan rapid test ulang. Saat itulah, ternyata diketahui hasilnya reaktif.


“Setelah dilakukan rapid test ulang, ternyata berubah menjadi reaktif,” imbuhnya.


Oleh karena itu, pasien ini pun naik statusnya menjadi PDP. Penanganan selanjutnya, dipindahkan PDP tersebut ke ruang isolasi bertekanan negatif di RSUD Gambiran.


 


 


Hentikan Sementara Aktivitas Transaksi


-         Pemkot menutup operasional Pasar Banjaran mulai kemarin (10/5)


-         Penutupan dilakukan setelah satu pedagang dinyatakan pasien reaktif Covid-19


-         Status reaktif diketahui dari hasil rapid test enam hari sebelumnya


-         Pemkot telah sosialisasi pada masyarakat dan pedagang dan tak ada penolakan


-         Tujuan penutupan sebagai bentuk sterilisasi pasar


-         Penutupan pasar bersifat sementara (direncanakan 3 hari, sampai 12 Mei 2010)


 

Editor : adi nugroho
#pemkot kediri #covid 19 kediri