Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Pemuda Lompat ke Sungai Brantas

adi nugroho • Senin, 30 Maret 2020 | 18:49 WIB
pemuda-lompat-ke-sungai-brantas
pemuda-lompat-ke-sungai-brantas

NGRONGGOT, JP Radar Nganjuk- Agung Andri Asmoko, 24, warga Desa Trayang, Ngronggot nekat menceburkan diri ke sungai Brantas, kemarin (28/3)  pagi.  Dia diketahui dengan sengaja melompat dari perahu penyeberangan yang beroperasi di desa setempat tersebut. Diduga, hal itu ditengarai depresi.


Kalaksa BPBD Nganjuk Soekonjono mengatakan bahwa kejadian tersebut bermula sekitar pukul 07.30. Kala itu, pemuda yang mengenakan pakaian serba gelap tersebut naik perahu seperti orang biasa. Namun dengan berjalan kaki, tidak membawa kendaraan.


Andri awalnya naik perahu penyeberangan dari sisi barat. Dia hendak menuju wilayah Purwoasri. Namun, ketika telah sampai di sisi seberang, dia tidak lantas turun dari perahu. Melainkan, ikut kembali lagi ke sisi awal di barat sungai Brantas tersebut.


“Saat perahu berada di tengah sungai, dia melompat dari perahu dan menceburkan diri ke sungai,” ujar Soeko kepada Jawa Pos Radar Nganjuk, kemarin (28/3)  siang.


Dari data yang dihimpun koran ini, awak perahu sejatinya telah mencurigai perilaku Andri. Pasalnya, selain tatapan matanya kosong, saat di atas perahu pun dia berdiam diri seperti sedang merenung. Bahkan, ada yang mengatakan seperti orang yang sedang bermeditasi.


Benar saja, kecurigaan tersebut, Andri dengan tiba-tiba langsung melompat dari atas perahu tersebut ke sungai Brantas yang memiliki arus relatif deras. “Dia langsung tidak kelihatan setelah menceburkan diri. Awak perahu juga tidak berani menolong karena arusnya deras,” imbuh Soeko.


Kecurigaan dari perangainya bahkan dirasakan warga setempat sejak sekitar pukul 06.00. Saat ia sedang berjalan kaki menuju tambangan tersebut, Andri juga hanya diam saat beberapa warga menyapanya.


Lebih lanjut, Soeko yang menerjunkan tim untuk asesmen mengatakan bahwa Andri diduga kuat sedang mengalami depresi berat. Terlebih setelah ia pulang dari merantau di luar Jawa. “Semenjak pulang dari Kalimantan dia mengalami depresi,” tuturnya.


Pencarian sempat terhalang karena kondisi cuaca yang tidak memungkinkan. Di sela-sela hujan reda, tim melakukan berbagai menuver di sungai tersebut untuk menemukan keberadaan Andri. Yakni mulai dari titik awal ia menceburkan diri hingga sekitar jembatan Kertosono.


“Sementara pencarian hari pertama belum menemukan tanda-tanda keberadaan yang bersangkutan,” pungkasnya.

Editor : adi nugroho
#kabar nganjuk #laka #radar nganjuk #sungai