Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Harga Jahe Merah Meroket

adi nugroho • Jumat, 6 Maret 2020 | 21:08 WIB
harga-jahe-merah-meroket
harga-jahe-merah-meroket

SUKOMORO, JP Radar Nganjuk-Ditemukannya kasus korona di Indonesia langsung berdampak pada langkanya harga sejumlah empon-empon. Terutama jahe merah yang harganya kini mencapai Rp 85 ribu per kilogram.


Seperti dikatakan oleh Suratmi, 53. Pedagang di pasar Sukomoro itu mengatakan, jahe merah mulai langka selama seminggu terakhir. “Sekarang barangnya sulit dan harganya mahal,” ujar perempuan asal Madiun itu.


Lebih jauh Suratmi berujar, biasanya dia kulakan sebanyak 20 kilogram. Dagangannya itu bisa habis dalam waktu beberapa hari. Tetapi, selama seminggu terakhir tidak ada lagi pasokan.


Harga dari petani, beber Suratmi, mencapai Rp 70 ribu per kilogram. “Kalau di pasar (harga jual, Red) sekarang sebesar Rp 85 ribu per kilogram,” lanjut Suratmi.


Dikatakan Suratmi, harga jahe merah meroket tajam selama beberapa hari terakhir. Lima hari lalu harga jahe merah masih sebesar Rp 40 ribu per kilogram. Begitu ditemukan kasus korona di Indonesia, harganya langsung naik dua kali lipat.


Kenaikan harga, beber Suratmi, tidak hanya terjadi pada jahe merah. Harga jahe putih yang biasanya Rp 29 ribu per kilogram kini menjadi Rp 35 ribu per kilogram. “Jahe putih juga banyak dicari pembeli,” tuturnya.


Kini, dia bisa menjual hingga 0,5 kuintal jahe setiap harinya. “Banyak yang mencari. Ini tinggal satu kilogram saja tidak ada,” urainya sembari menunjukkan stok jahe putih miliknya yang tersisa.


Sementara itu, selain jahe, beberapa jenis empon-empon lainnya juga mulai langka. Di antaranya, kencur, kunyit putih, dan temulawak. “Selain jahe merah, yang diburu juga temulawak. Dulu harganya hanya enam ribu per kilogram, sekarang jadi Rp 10 ribu per kilogram,” imbuhnya sembari menyebut dirinya tidak lagi memiliki stok temulawak.


Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Nganjuk Syaifulloh yang melihat fenomena warga memborong empon-empon, mengingatkan agar warga tidak panik menyikapi virus korona. Meski tetap harus waspada, Saiful meminta masyarakat tidak menyikapi secara berlebihan.


Yang terpenting, dia mengingatkan agar masyarakat rajin mencuci tangan dengan sabun. “Penting juga menerapkan pola hidup sehat,” tandasnya.


Selebihnya, Syaifulloh mengimbau warga yang batuk dan pilek untuk memakai masker. “Konsumsi gizi yang seimbang dan beristirahat untuk yang sakit. Kalau yang sehar harus rajin berolahraga agar daya tahan tubuh membaik,” pintanya.


 


Dampak Kasus Korona:


-Ditemukannya  virus korona di Indonesia membuat warga memburu empon-empon yang dipercaya berguna untuk melawan virus


-Harga empon-empon di pasar langsung naik hingga dua kali lipat


-Bahkan empon-empon jenis jahe merah dan temulawak mulai langka


-Dinkes mengimbau masyarakat tidak panik dan menerapkan pola hidup sehat untuk mencegah koron

Editor : adi nugroho
#ekonomi #kabar nganjuk #ekonomi nganjuk #radar nganjuk