Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Sehari 73 Ton Sampah, TPA Sekoto Overload

adi nugroho • Senin, 24 Februari 2020 | 00:39 WIB
sehari-73-ton-sampah-tpa-sekoto-overload
sehari-73-ton-sampah-tpa-sekoto-overload


 


KABUPATEN, JP Radar Kediri - Sampah terus menjadi problem pelik bagi Kabupaten Kediri. Volume sampah yang dihasilkan setiap hari tak bisa diimbangi dengan kapasitas tempat pemrosesan akhir (TPA). Akibatnya, TPA Sekoto pun overload. Tempat itu tak lagi mampu menampung sampah yang setiap harinya mencapai 73 ton itu!


Kondisi itu membuat pemkab berencana untuk memperluas TPA di Desa Sekoto, Kecamatan Badas tersebut. Perluasan itu rencananya akan dilakukan dalam waktu dekat ini.


Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kediri Putut Agung Subekti menyampaikan, TPA Sekoto memang telah overload sejak beberapa tahun terakhir. Hal ini disebabkan oleh timbulan sampah dari sejumlah ibukota kecamatan (IKK) yang dilayani TPA Sekoto semakin hari semakin bertambah banyak. Apalagi TPA Sekoto merupakan TPA satu-satunya yang dimiliki pemkab.


“Semua sampah di delapan daerah pelayanan semuanya kumpul angkut ke TPA Sekoto. Akibatnya (kondisinya) jadi overload,” terang Putut saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Kediri.


Di Kabupaten Kediri, Putut menyebut, pada 2019 total timbulan sampah mencapai 503 ton per hari. Jumlah itu setara dengan 3.162 meter kubik per hari.


Sementara sampah dari daerah pelayanan yang masuk ke TPA Sekoto saat ini mencapai 464 meter kubik per hari. Atau kurang lebih 73,8 ton per hari. Jumlah itu sama dengan 14,7 persen dari total timbulan sampah yang ada di seluruh wilayah Kabupaten Kediri.


Ada delapan kawasan yang di Kabupaten Kediri yang menjadi daerah layanan. Salah satunya adalah kawasan simpang lima gumul (SLG). Kemudian juga ada kawasan lain yang rata-rata adalah daerah perkotaan. Daerah-daerah itu menjadi pusat ibukota kecamatan dengan tingkat produksi sampah yang tinggi.


Sejauh ini, dari hasil survei 2019, timbulan sampah terbesar terutama dihasilkan oleh wilayah yang merupakan pusat kegiatan lokal. Yang mempunyai karakteristik perkotaan dengan jumlah penduduk relatif besar. Itu jika dibandingkan daerah kecamatan lainnya seperti Pare, Ngasem, Ngadiluwih, dan Wates.


“Sebenarnya sayang kalau semua sampah harus dibuang di TPA. Karena beberapa masih bernilai guna dan harus dilakukan pemilahan sejak dari rumah,” kata Putut sembari menyarankan bahwa yang dibawa ke TPA adalah untuk residunya saja.


Terkait penanganan sampah di TPA, Putut menyebut upaya yang dilakukan adalah dengan penambahan sarana dan prasarana serta SDM pengelolaan sampah. Yang selama ini sarana terkait pengelolaan tersebut belum bisa ditangani dengan baik.


“Karena kondisi TPA Sekoto yang sudah overload sehingga pengelolaan sampah menjadi tidak optimal,” dalihnya.


Di awal tahun ini, TPA Sekoto rencananya memang akan diperluas. Yakni dengan anggaran dari sumber APBN. Total sekitar Rp 38 miliar yang akan digunakan untuk memperluas dan peningkatan sarana prasarana di TPA ini. “Saat ini sedang tahap lelang,” tambahnya.


Dalam pembangunan perluasan TPA Sekoto pada 2020 ini, rencananya akan ada sistem sanitary landfill. Yang merupakan sistem pengelolaan atau pemusnahan sampah dengan cara membuang dan menumpuk sampah di lokasi cekung. Kemudian memadatkannya dan menimbunnya dengan tanah.  “Dengan ini diharapkan nanti pengelolaan sampah di Kabupaten Kediri bisa lebih optimal,” pungkasnya.


 


 


 


Tentang TPA Sekoto


 


Luas saat ini                            : 3,5 hektare


Rencana perluasan         : 4,1 hektare


Beban sampah perhari   : 73, 8 ton atau setara 464 meter kubik


Wilayah pelayanan        :


- Kecamatan Pare


- Kecamatan Ngadiluwih


- Kecamatan Wates


- Kecamatan Ngasem


- Kecamatan Gurah


- Kecamatan Papar


- Kecamatan Plemahan


- Kecamatan Kras


- Kawasan Simpang Lima Gumul (SLG)


- Seluruh Pasar di Kabupaten Kediri

Editor : adi nugroho