Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Banjir di Tengah Kota Kediri, Tiga Titik Ini Paling Rawan

adi nugroho • Senin, 6 Januari 2020 | 20:24 WIB
banjir-di-tengah-kota-kediri-tiga-titik-ini-paling-rawan
banjir-di-tengah-kota-kediri-tiga-titik-ini-paling-rawan

KOTA, JP Radar Kediri – Hujan deras dengan intensitas tinggi di Kota Kediri menyebabkan sejumlah titik mengalami banjir. Namun, banjir tersebut berlangsung tak lama. Tak sampai satu jam, air sudah kembali surut.



Beberapa lokasi yang tergenang air kemarin di antaranya adalah Jalan Kilisuci, Jalan Pattimura, dan di Perumahan Bumiasri, Kaliombo. Genangan air sempat mencapai tinggi hingga 30 sentimeter.


Saat dikonfirmasi Koordinator Taruna Tanggap Bencana (Tagana) Kota Kediri Bambang Rihadi menjelaskan bahwa kemarin sore terjadi penumpukan air di beberapa titik. Namun hanya sebentar saja. “Tadi (Kemarin, Red) dilaporkan ada banjir di Kilisuci, Pattimura, dan di Bumiasri, memang benar. Namun tidak lama,” terangnya.


Ia menjelaskan bahwa genangan air tersebut terjadi akibat intensitas hujan yang tinggi dan terus-menerus di Kota Kediri. Bambang juga menyebutkan bahwa dari pantauan Tagana Kota Kediri, derasnya hujan, membuat arus air yang mengalir ke barat menumpuk.


Penyebab genangan itu, aku Bambang, berasal dari genangan air besar yang akan masuk ke gorong-gorong. Proses itu meninggalkan arus air kecil yang menyebabkan terjadinya genangan air di jalan raya.


Penumpukan air yang menunggu giliran untuk masuk ke gorong-gorong dan mengarah ke Sungai Brantas itulah yang membuat Jalan Pattimura dan Jalan Kilisuci digenangi air. “Saya dan tim sudah meninjau lokasi tadi (Kemarin, Red), sekitar pukul 15.30 WIB, sudah mulai surut dan normal,” terangnya.


Kondisi itu, menurutnya, hanya terjadi bila intensitas hujan deras terjadi secara bebarengan di Kota Kediri. Namun dengan adanya normalisasi sungai kecil dan gorong-gorong, air tersebut bisa cepat surut.


Hujan deras yang terjadi sekitar satu jam kemarin hanya terdampak di Kecamatan Kota Kediri saja. Sementara untuk kecamatan lain, Bambang menjelaskan bahwa tidak ada laporan yang masuk. “Biasanya di Gayam, Ngampel, kalau di Mojoroto. Kalau di Pesantren di sekitar pasar. Tapi tadi tidak ada laporan,” imbuhnya.


Salah satu genangan air tersebut terjadi di Jalan Tembus Kaliombo, Kelurahan Kaliombo, Kecamatan Kota Kediri. Warga mengaku sudah terbiasa dengan kondisi itu. “Kalau hujan memang sering banjir seperti ini,” terang Reno, 25, warga sekitar.


“Biasanya kalau sudah kayak gini, surut kadang lebih dari tiga jam,” imbuhnya.


Genangan air yang begitu tinggi, membuat batas jalan dengan tanah sama sekali tidak terlihat. Karena itu, jalan yang semula dapat digunakan dua arah diubah menjadi sistem buka tutup. Agar mempermudah lajunya kendaraan.


Genangan air sudah terlihat dari pertigaan menuju Perumahan Bumi Asri. Meski beberapa sepeda motor telah berhati-hati ketika melawati genangan, banyak yang terlihat oleh. Motor mereka bergoyang karena kuatnya arus air. Akibat tingginya genangan air pula yang membuat beberapa pengendara sepeda motor memilih mendorong kendaraanya.


Reno bersama satu temannya, mengarahkan sepeda motor agar melaju tidak terlalu menepi karena nantinya dapat jatuh. “Genangan air kayak gini, biasanya bikin jatuh pengendara sepeda motor,” tutur Reno.


Luapan air tidak hanya di jalan raya saja, beberapa jalan di perumahan juga terlihat tertutup air. Namun hanya setinggi 15 sentimeter. Momen banjir itu dimanfaatkan anak-anak sekitar untuk bermain. 


Sementara itu, di Kabupaten Kediri, hujan deras disertai angin kencang kembali terjadi kemarin. Mengakibatkan beberapa pohon peneduh tumbang. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kediri ada tiga titik pohon yang tumbang. Di antaranya berada di Jalan Kartini, Desa Semanding, Kecamatan Pagu. Akibatnya akses jalan hampir 30 menit tak bisa dilewati.


Selain itu pohon tersebut  menimpa jaringan listrik. Sementara tim BPBD tiba di lokasi sekitar pukul 15.40 WIB. Dan segera bergegas menangani pohon tumbang tersebut. “Macetnya tidak lama Mas. Sekitar tiga puluh menitan,” ungkap Windoko, komandan Unit Reaksi Cepat (URC) BPBD Kabupaten Kediri.


Dua titik yang lain yakni berada  di Dusun Mukuh dan Dusun Bulu, Desa Mukuh, Kecamatan Pagu. Pohon yang tumbang juga menimpa jaringan listrik. “Di dua dusun tersebut juga segera kami tangani. Bekerja sama dengan PLN. Sehingga sekitar pukul 17.00 WIB pohon dan listriknya sudah beres,” pungkas Windoko.


 


 


Jadi Langganan Banjir Sesaat


1.     Jalan Pattimura, Kelurahan Setonopande,


2.     Jalan Kilisuci, Kelurahan Setonopande,


3.     Bumiasri, Kelurahan Kaliombo


 


Pohon Tumbang di Kabupaten Kediri


- Di jalan Kartini, Desa Semanding, Pagu, pohon tumbang menutupi jalan dan menimpa jaringan PLN.


- Di Dusun Mukuh, Desa Mukuh, Kecamatan Kayenkidul, pohon menimpa jaringan listrik.


- Di Dusun Bulu, Desa Mukuh, Kecamatan Kayenkidul, menutup akses jalan penghubung Dusun Bulu Desa Mukuh Kecamatan Kayen Kidul.  

Editor : adi nugroho
#banjir kediri #pemkot kediri #kota kediri