Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Interchange Tol Berubah

adi nugroho • Rabu, 18 Desember 2019 | 18:56 WIB
interchange-tol-berubah
interchange-tol-berubah

NGANJUK, JP Radar Nganjuk-Pemerintah pusat semakin mematangkan rencana pembangunan tol Kertosono-Kediri. Dalam rapat gabungan yang digelar minggu lalu, diputuskan jika interchange atau simpang susun tol di Nganjuk dan Kediri berubah.


Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Nganjuk Adam Muharto mengungkapkan, bappeda menerima notulen rapat gabungan yang digelar Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) pada Kamis (5/12) lalu. “Interchange untuk Nganjuk diputuskan di Desa Sugihwaras, Prambon,” ujar Adam.


Sebelumnya, pemerintah pusat sempat mengkaji dua desa di Prambon sebagai lokasi interchange. Yaitu, Desa Sonoageng dan Desa Watudandang. Dari dua lokasi tersebut, Desa Sonoageng mendapat prioritas.


Tetapi, Desa Sonoageng berjarak sekitar empat kilometer dari jalan kabupaten. “Biaya pembebasan tanah (untuk interchange, Red) tinggi,” lanjut Adam. Dari sana, pemerintah pusat memutuskan membuat interchange di Desa Sugihwaras yang hanya berjarak sekitar dua kilometer dari jalan kabupaten.


Selain jarak dengan jalan kabupaten, titik interchange di Desa Sugihwaras juga lebih dekat dengan pertigaan Kelutan. Yaitu, hanya sekitar 700 meter. “Kalau Sonoageng lebih jauh. Sekitar 1,3 kilometer,” terang Adam.


Tak hanya interchange Nganjuk yang berubah. Interchange wilayah Kediri juga berubah. Sesuai notulen rapat yang diterima bappeda, interchange yang awalnya berada di Desa Maron, Banyakan, bergeser ke timur. Yakni, tepat di perempatan lampu merah Banyakan. “Perempatan lampu merah Banyakan itu nanti akan menjadi perlimaan,” tandas Adam.


Pergeseran interchange tersebut, menurut Adam terjadi setelah ada kesepakatan dengan PT Gudang Garam. Yakni, pembebasan lahan di interchange nanti akan dilakukan oleh perusahaan multinasional tersebut. “Jadi nanti turun interchange langsung lurus ke bandara,” urainya.       


Seperti diberitakan, pemerintah menganggarkan dana pembangunan tol Kertosono-Kediri senilai Rp 400 miliar. Tahun depan, pembebasan lahan untuk proyek strategis nasional itu akan dimulai. Sedikitnya dibutuhkan tanah seluas 185-250 hektare untuk pembangunan jalan bebas hambatan tersebut.


Apa yang didapat Pemkab Nganjuk dari proyek yang akan mengubah peruntukan lahan di Kota Angin itu? Selain interchange, menurut Adam Pemkab Nganjuk akan mendapat rest area. Lokasinya di Desa Singkalanyar, Prambon.


Keberadaan rest area diharapkan bisa mendongkrak ekonomi masyarakat Kabupaten Nganjuk. “Ada dua sisi rest area. UMKM bisa masuk ke sana,” tegasnya.

Editor : adi nugroho
#ekonomi #kabar nganjuk #radar nganjuk