Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Sapi dan Puluhan Bebek di Dekat Limbah Mati

adi nugroho • Rabu, 18 Desember 2019 | 17:33 WIB
sapi-dan-puluhan-bebek-di-dekat-limbah-mati
sapi-dan-puluhan-bebek-di-dekat-limbah-mati

PATIANROWO, JP Radar Nganjuk-Limbah abu slag aluminium di wilayah Kecamatan Patianrowo tidak hanya membuat warga sesak napas, pusing, dan mata perih. Limbah kategori bahan berbahaya dan beracun (B3) itu diduga juga berdampak langsung pada hewan ternak. Sedikitnya ada seekor sapi dan puluhan ekor bebek yang diduga mati akibat limbah.



Seperti dikatakan oleh Sudarno, 54. Warga Desa Ngepung, Patianrowo yang tinggal di dekat limbah asalum milik Nihan Dwi Martani, 47, menceritakan kematian anak sapinya yang baru berusia enam hari. “Sebelum mati matanya sempat membiru,” ujar Sudarno tentang kematian mendadak ternaknya pada Minggu (8/12) lalu.



Tidak hanya sapi, total ada 25 ekor bebek petelur miliknya yang juga mati setelah limbah itu didatangkan pada Oktober lalu. Dia menduga bebeknya mati karena terdampak limbah karena lokasi kandang berhimpitan dengan tempat pembuangan limbah asalum.“Ada kaitannya sama limbah atau tidak, pastinya ternak saya banyak yang mati,” terangnya.



Dia lantas menunjukkan kondisi hewan ternaknya yang masih hidup. Yakni, mata sapinya yang memerah. Adapun bebeknya, diklaim tidak bisa lagi maksimal memproduksi telur.


Tak hanya mengeluhkan kematian ternak, saat tim Tagana Nganjuk membagikan masker kepada warga, mereka juga mengeluhkan kondisi air sumur setelah hujan turun. “Biasanya airnya jernih, setelah hujan menjadi agak keputihan,” aku Darno diamini warga lainnya.


Mereka kompak meminta agar limbah berbahaya itu bisa segera dipindah. Sehingga, warga setempat bisa tenang. Tidak lagi mengungsi ke musala jika hujan mengguyur wilayah mereka.


Terpisah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Tri Wahju Koentjoro menuturkan, dari hasil gelar perkara dengan Balai Penegakan Hukum  Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Jawa, Bali, Nusa Tenggara (Gakkum KLHK Jabalnustra) sepakat kasus tersebut harus diproses hukum. “Balai Gakkum sepakat untuk memprioritaskan warga di sekitar lokasi yang terganggu kesehatannya,” urai Tri yang kemarin bersama Camat Patianrowo Edie Srianto.


Usai gelar perkara kemarin (9/12), menurut Tri akan ada pembahasan terkait pemindahan limbah. Ditanya tentang keluhan warga akan kematian hewan ternak, Tri mengaku belum bisa memastikan penyebabnya. “Akan kami cek. Ini harus ada analisa dari tim kesehatan hewan,” jelasnya.


Editor : adi nugroho
#hewan #kabar nganjuk #limbah #radar nganjuk #ternak