PATIANROWO, JP Radar Kediri–Sejumlah petani yang menanam jagung masih belum terbebas dari ancaman hama ulat. Sebagian dari mereka bahkan harus mengalami gagal panen karena batang dan daun tanaman yang terserang langsung rusak.
Seperti diakui oleh Sugito, 42. Petani asal Desa Rowomarto, Patianrowo in mengungkapkan, serangan hama ulat pada tanaman jagung seolah jadi momok bagi petani. “(Serangan hama ulat, Red) selalu terjadi pada tanaman jagung. Itu yang paling kerasa,” ujar Sugito ditemui di sawahnya.
Lebih jauh Sugito mengungkapkan, serangan hama ulat terjadi sejak tanamannya berusia beberapa minggu. Saat jagung berusia 70 hari, serangannya mulai berkurang.
Meski demikian, tetap saja banyak tanaman yang rusak akibat serangan hama ulat tersebut. “Kalau banyak yang rusak ya terpaksa dirombak. Tidak bisa panen kalau tidak ditanami lagi,” lanjutnya sembari menyebut ulat menggerogoti batang hingga patah.
Karenanya, Sugito berharap pemerintah bisa membantu petani. Terutama mencarikan solusi agar hama ulat tidak menyerang tanaman jagung lagi.
Terpisah, Kepala Dinas Pertanian (Dispertan) Nganjuk Judi Ernanto mengatakan, memasuki masa penanaman jagung, masalah hama ulat memang jadi hal yang meresahkan petani. Dinas pertanian, ungkap Judi, sudah melakukan pemetaan masalah hama ulat yang menyerang tanaman jagung petani di Nganjuk. “Sudah berkoordinasi dengan pihak UPT untuk mengatasi masalah hama pada jagung,” terang Judi.
Dikatakan Judi, beberapa waktu lalu juga sudah ada laporan dari sejumlah lahan pertanian yang diserang ulat. Menindaklanjuti hal ini, dinas pertanian sudah menyalurkan obat hama. “Hama ulat ini tidak dipengaruhi cuaca. Serangan bisa kapan saja,” urainya. (syi/ut)
Editor : adi nugroho