Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Info PPDB Kediri: Enam SMP Negeri Kekurangan Murid

adi nugroho • Sabtu, 29 Juni 2019 | 17:44 WIB
info-ppdb-kediri-enam-smp-negeri-kekurangan-murid
info-ppdb-kediri-enam-smp-negeri-kekurangan-murid


KEDIRI KABUPATEN - Sebanyak enam SMP negeri di Kabupaten Kediri kekurangan murid. Pagu siswa di lembaga-lembaga pendidikan tersebut tercatat masih belum terisi secara penuh. Hal itu dipastikan setelah dirampungkannya rekapitulasi daftar ulang penerimaan peserta didik baru (PPDB), kemarin (28/6).


Enam SMP negeri itu tersebar di enam kecamatan yang berbeda. Keenam sekolah tersebut adalah SMPN 2 Banyakan, SMPN 2 Purwoasri, SMPN 2 Semen, SMPN 2 Puncu, SMPN 3 Grogol, dan SMPN 3 Kras. Meskipun begitu, pagu yang belum terisi dari keenam sekolah tersebut relatif tidak begitu banyak.


“Masing-masing sekolah kekurangan antara 10 – 12 siswa,” papar Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Kediri Sujud Winarko kepada Jawa Pos Radar Kediri, kemarin siang.


Berdasarkan data perhitungan ini, praktis total kekurangan siswa di SMPN enam kecamatan setidaknya berjumlah 60 anak. Seperti yang diketahui sebelumnya, disdik memiliki kewenangan melakukan pemerataan dan penataan jika ada lembaga yang pagunya belum tercukupi.


Oleh karena itu, pihaknya pun menginstruksikan kepada sekolah yang bersangkutan untuk melakukan pengisian anak didik baru. Hanya saja, Sujud mengatakan, syarat pengisiannya harus diambilkan dari berkas pendaftar yang sudah ada. Dan tidak dicabut oleh yang bersangkutan.


Sementara bagi pendaftar yang berkasnya sudah dicabut, ia menegaskan, sudah tidak memiliki kesempatan diterima di sekolah tersebut. Oleh karena itu, pihak disdik pun menepis keras isu yang beredar jika akan diadakan lagi penerimaan siswa baru.


Sujud pun menegaskan bahwa tidak akan membuka pendaftaran PPDB lagi. Utamanya untuk mengisi pagu yang belum tercukupi tersebut. “Kalau dibuka pendaftaran lagi justru akan timbul masalah baru nanti,” ungkapnya.


Lebih lanjut, Sujud menyebut, pengisian pagu yang belum tercukupi akan berpatokan pada hasil nilai ujian nasional (NUN). Nantinya, sekolah akan melakukan pemeringkatan dari pendaftar yang ada. Kemudian, diambil sebanyak kebutuhan pagu di lembaga yang bersangkutan.


Untuk urusan pemeringkatan sendiri, Sujud menyatakan, pihak disdik menyerahkan sepenuhnya kepada sekolah yang kekurangan murid. Dia menerangkan bahwa pihaknya tidak akan turut campur. Meskipun begitu, ia menegaskan, akan tetap melakukan monitoring dan pengawasan dalam pelaksanaannya.


Sementara itu, dalam pelaksanaan PPDB SMP negeri tahun ini tercatat ada sekitar 16,2 ribu calon siswa lulusan SD/MI yang melakukan pendaftaran. Namun, tidak semua siswa tersebut melakukan verifikasi setelah melakukan pendaftaran.


Peserta yang melakukan pendaftaran dan verifikasi PPDB tercatat ada sebanyak 15,6 ribu siswa. Sedangkan peserta didik yang tidak melakukan verifikasi terdata ada sebanyak 392 siswa.


“Untuk jumlah siswa yang diterima di SMP negeri setelah daftar ulang ini ada sebanyak 12.167 anak,” jelas Sujud.


Untuk diketahui, belum tercukupinya pagu siswa suatu sekolah dapat disebabkan karena beberapa hal. Pertama, kekosongan pagu memang sudah terjadi sejak pengumuman PPDB pada Senin silam (24/6). Dalam hal ini, mayoritas terjadi karena kuota untuk jalur prestasi dan pindah tugas tak begitu banyak diminati peserta.


Selain itu, kekosongan juga bisa terjadi pada tahap daftar ulang ini. Yakni ada peserta didik baru yang tidak melakukan proses daftar ulang. Sehingga, namanya pun otomatis dicoret dari daftar peserta didik di sekolah yang bersangkutan.


 


 


Lembaga yang Pagu Siswanya Belum Tercukupi


·        SMPN 2 Banyakan


·        SMPN 2 Purwoasri


·        SMPN 2 Semen


·        SMPN 2 Puncu


·        SMPN 3 Grogol


·        SMPN 3 Kras


(Catatan: rata-rata jumlah kekurangan sekitar 10 sampai 12 murid)


 


 


Editor : adi nugroho
#pendidikan #ppdb kediri #peserta didik #zonasi