KEDIRI KOTA - Banyak temuan dalam pelaksanaan try out Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) kelompok SMK selama dua hari ini. Dan itu bisa menjadi catatan penting bagi para siswa saat menghadapi ujian sebenarnya. Sebab, kesalahan kecil yang terjadi seperti saat try out itu bisa berakibat tak terkoreksinya jawaban mereka.
Catatan itu adalah masih adanya siswa yang tidak menuntaskan ujian dengan maksimal. Sebagian besar siswa tidak log out walaupun telah selesai mengerjakan soal. Sebagian lagi kehabisan waktu. Mereka masih mengerjakan soal ketika waktu telah habis.
“Setelah selesai ada yang langsung meninggalkan ruang ujian. Padahal seharusnya mereka submit dulu,” kata Kabid SMA/SMK Cabdispendik Jatim Wilayah Kediri Sidik Purnomo kemarin. Sidik memberikan evaluasi itu saat memantau pelaksanaan try out di SMK Pawyatan Dhaha 2 Kota Kediri kemarin (18/2).
Padahal, risiko kesalahan sepele itu sangat besar. Soal yang dikerjakan siswa tidak akan terkoreksi. Artinya, siswa yang bersangkutan dianggap tidak mengerjakan soal ujian. Sebab data pengerjaan mereka tidak terkirim ke server.
Ada juga siswa yang lama dalam melakukan pengerjaan soal. Seharusnya waktu ujian telah habis tapi mereka tidak memperhatikan waktunya itu. Sehingga secara otomatis aplikasi soal ujian akan tertutup.
“Seharusnya mereka sebelum waktu habis atau jika sudah selesai mengerjakan soal itu harus sudah log out. Karena itu bertujuan untuk mengirim jawaban mereka ke server masing-masing ruangan,” ingatnya.
untuk itulah Sidik memberikan saran sebagai solusinya. Yaitu agar pihak sekolah memberikan imbauan jika waktu pelaksanaan ujian hampir selesai. Bisa saat 15 menit sebelum selesai dan diulang lagi 10 menit hingga 5 menit sebelum waktu habis. “Itu salah satu antisipasi dalam menyiasati siswa lupa tidak log out,” sarannya.
Try out USBN tersebut digelar Cabang Dinas Pendidikan (Cabdispendik) Provinsi Jawa Timur Wilayah Kediri secara serentak. Yang akan berlangsung selama tiga hari dan berakhir hari ini (18/2). Sebagai penyelenggara adalah bidang SMK cabdispendik. Tujuannya, selain mempersiapkan mental siswa dalam menghadapi ujian, juga untuk mempersiapkan aplikasi yang akan digunakan. Pelaksanaan USBN rencananya akan berlangsung mulai 5 Maret.
“Seluruhnya disiapkan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur,” kata Sidik
Sidik memaparkan, try out juga untuk menguji apakah fitur aplikasi yang digunakan sudah sesuai dengan yang dibutuhkan atau masih ada kekurangan. Sekaligus sebagai ajang melihat kemampuan akademik siswa. Terutama untuk mata pelajaran bahasa Indonesia, matematika, dan bahasa Inggris.
“Karena Cabdispendik wilayah Kediri berkomitmen, sekolah kami minta untuk bisa menaikkan rata-rata nilai ujian nasional. Harus bisa di atas 55,” tegasnya.
Selain secara materi akademik yang harus sukses juga dalam segi kesiapan infrastruktur serta aplikasi penunjang harus maksimal. Termasuk kesiapan jaringan, proktor, dan teknisi diharapkan pada minggu ini bisa diukur tingkat kemampuannya.
Kepala SMK PD 2 Kota Kediri Sri Sundari mengatakan persiapan sekolahnya menghadapi USBN telah dilakukan sejak Januari. Mulai dari ruang ujian, komputer, hingga sarana dan prasarana. Termasuk dalam hal sinkronisasi dengan server. “Jadi jangan sampai gagal melakukan sinkronisasi. Sudah beberapa bulan kami siapkan semuanya,” sebut Ndari.
Selain sarana dan prasarana penunjang USBN, wanita yang biasa disapa Ndari menyampaikan bahwa dalam hal akademis pihaknya juga telah menyiapkan segala hal. Jauh sebelumnya sudah dilakukan bimbingan belajar dan motivasi kepada siswa. Menurutnya, walaupun ujian nasional ini bukan penentu dari kelulusan, tetapi hasil nilai ujian nasional tersebut bisa menjadi penentu saat siswa mencari pekerjaan dan ketika siswa ingin melanjutkan ke perguruan tinggi. “Sehingga kami selalu memotivasi dan mengingatkan anak-anak seperti itu,” sebutnya. Hingga kemarin, lanjutnya, pelaksanakan try out dari cabdispendik di SMK PD 2 Kota Kediri berjalan lancar.
Untuk diketahui, di wilayah kerja Cabdispendik wilayah Kediri ada sekitar 4 ribu lebih siswa SMK. Baik di Kabupaten dan Kota Kediri. Mereka berasal dari 74 sekolah, baik negeri maupun swasta. Tahun ini semua sekolah saat melakukan ujian nasional sudah berbasis komputer.
Editor : adi nugroho