Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Waspada Puncak Cuaca Ekstrem

adi nugroho • Kamis, 7 Februari 2019 | 00:17 WIB
(Dok. Jawa Pos Radar Kediri)
(Dok. Jawa Pos Radar Kediri)

KEDIRI KABUPATEN - Cuaca ekstrem masih mengancam wilayah Kabupaten dan Kota Kediri saat ini dan dalam beberapa waktu mendatang. Bencana angin puting beliung dan hujan lebat pun menjadi ancaman yang bisa sering terjadi. Bahkan, banjir bandang pun sempat terjadi beberapa waktu lalu.


Berdasar hal-hal itulah maka Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan karena cuaca ekstrem tersebut.


Seperti kemarin misalnya. Gumpalan awan cumulonimbus secara mendadak terbentuk di langit Kecamatan Puncu dan Kepung. Kemunculan awan tersebut juga disertai angin kencang. Oktavialma, warga Desa Asmorobangun, Puncu, mengaku kaget dengan kemunculan awan tersebut yang secara tiba-tiba.


"Tadi (kemarin, Red) awan muncul dari selatan, dari arah kawasan Gunung Kelud. Awalnya terlihat masih jauh, tapi tiba-tiba gelap dan langsung hujan deras serta angin kencang," cerita Okta kepada Jawa Pos Radar Kediri.


Hal senada juga disampaikan Yuyun. Menurutnya awan kemarin sore cukup menakutkan. Sebab, awan yang juga sering disebut awan Cb ini menggelayut rendah. Berwarna abu-abu kelam dan sangat tebal. Menurutnya, dahulu setiap ada awan seperti ini, tak jarang terjadi hujan es. Meskipun hanya beberapa detik saja. "Padahal sebelumnya cuaca cerah dan panas. Tiba-tiba gelap. Takut kalau ada puting beliung," terangnya.


Dari data yang dihimpun koran ini, memang selama ini cuaca ekstrem berupa hujan disertai angin kencang kerap melanda wilayah timur dan utara Kabupaten Kediri. Setidaknya pada awal Januari kemarin sedikitnya ada tiga kejadian puting beliung di kawasan tersebut. Dan itu terjadi secara beruntun. Seperti di wilayah Purwoasri, Pare, Kepung, dan Kandangan. Dampaknya, selain merobohkan baliho dan menumbangkan pohon besar. Sejumlah atap rumah pun juga kerap terancam.


Sementara informasi dari Badan Meterologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Karangploso, Malang dalam peringatan dini tiga harian, melalui BPBD Kota Kediri, menyebutkan bahwa pada 5 dan 6 Februari di Kabupaten dan Kota Kediri berpotensi hujan lebat. Juga disertai angin kencang. Untuk itu masyarakat diharap tetap waspada.


"Bencana karena hidrometeorologi diperkirakan masih berlangsung hingga bulan April, berdasar analisis hujan dari BMKG Karangploso Malang. Hal ini akan mengakibatkan intensitas hujan normal hingga tinggi," terang Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Kediri Adi Sutrisno.


Karena itu dia meminta kepada warga terutama yang berada di wilayah rawan bencana untuk terus waspada. Apalagi, pada Januari dan Februari berdasarkan prakiraan dari BMKG, merupakan puncak musim penghujan.


"Hujan di sini sering disertai angin kencang sesaat, seperti yang terjadi kemarin di daerah Kepung dan sekitarnya," sebutnya.


Bahkan tidak menutup kemungkinan cuaca ekstrem tersebut juga disertai hujan es. Hujan es itu bisa terjadi dan sifatnya lokal. Fenomena tersebut terjadi karena ada gangguan cuaca jangka pendek, yakni munculnya awan jenis cumulonimbus. Namun, es yang turun biasanya berukuran kecil.


Untuk diketahui, dilansir dari beberapa sumber, cumulonimbus terbentuk sebagai awan yang cukup tebal, tinggi, padat, dan kalau dilihat-lihat lebih mirip dengan gunung ataupun ombak. Awan ini bisa menjadi awal terjadinya badai petir dan juga cuaca ekstrim lainnya.


Meski hanya sebagai awan, tapi efeknya dikenal cukup membahayakan. Awan tersebut sangat cepat terbentuk secara tiba-tiba. Dapat menyebabkan angin kencang, puting beliung, hujan lebat, dan es.

Editor : adi nugroho
#kediri #kecamatan kepung