Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Berdoa di Gua Maria Gereja Katolik Santa Maria Lourdes

adi nugroho • Kamis, 27 Desember 2018 | 01:16 WIB
berdoa-di-gua-maria-gereja-katolik-santa-maria-lourdes
berdoa-di-gua-maria-gereja-katolik-santa-maria-lourdes

KEDIRI KABUPATEN - Gereja Katolik Santa Maria Lourdes di Puhsarang, Semen, tetap menjadi daya tarik tinggi saat Natal kemarin. Ratusan orang berdatangan di gereja yang juga disebut Gereja Puhsarang itu. Bahkan, banyak di antara mereka yang datang dari luar Pulau Jawa.


Para wisatawan itu tak hanya melihat-lihat keindahan gereja yang berada di dataran tinggi itu. Tapi sekaligus juga khusyuk memanjatkan doa. Para pengunjung tersebut rata-rata memanjatkan doa salam Maria di depan Gua Maria.


Seperti yang dilakukan oleh Kresentia Sukatrimah. Wanita yang tinggal di Kerinci, Jambi. Setiap kali pulang kampung, wanita kelahiran Kediri ini mengaku selalu datang ke Gereja Puhsarang.


“Pasti ke sini untuk berziarah dan berdoa,” ujar wanita yang kemarin bersama suami dan tiga anaknya itu.


Bagi Kresentia, memanjatkan doa di Gereja Puhsarang sangatlah sakral. Menurutnya, banyak dari doa-doanya yang terkabul. Sebagai seorang ibu, ia mengaku berdoa untuk keselamatan dan keberhasilan anak-anaknya. Selain tentunya, kesehatan untuk semua keluarga besarnya.


Peningkatan pengunjung gereja itu dibenarkan oleh Yulius Santoso. Petugas informasi Gereja Puhsarang ini mengatakan peningkatan sudah terjadi sejak Jumat Agung (21/12). “Jumlahnya sudah meningkat sekitar 150 pengunjung,” ujarnya.


Puncaknya Senin (24/12). Jumlah pengunjung mencapai 500-an orang. Apalagi malam harinya juga berlangsung misa malam Natal.


Menurut Santoso, jamaah mereka sebenarnya berasal dari masyarakat Semen dan sekitarnya. Jumlahnya berkisar 800 – 900 orang.


Tentang banyaknya pengunjung ke gereja mereka itu juga karena kekhasan pelaksanaan misa. Sebab, mereka menggelar misa dengan diiringi gamelan dan tembang Jawa. “Kan jarang (gereja) yang menggunakan gamelan Jawa untuk misa,” akunya.


Selain itu, beberapa situs yang ada di kompleks gereja juga menjadi daya tarik. Seperti Gua Maria serta bangunan gereja lama. Apalagi, saat ini Gereja Puhsarang juga masuk cagar budaya.


Peningkatan pengunjung Gereja Puhsarang juga berdampak pada beberapa wisma di sekitar gereja. Mereka kebanjiran pengunjung. “Saya sampai nolak-nolak,” aku pengelola Wisma Mbah Kung Agnes Kartiningsih.


Sementara itu, polisi tak ingin kecolongan saat perayaan hari raya umat Kristiani kemarin. Mereka gencar melakukan patroli. Menyusuri pos-pos pengamanan Operasi Lilin Semeru. Juga mendatangi gereja-gereja yang melakukan misa.


Di wilayah Polres Kediri Kota, Kapolresta AKBP Anthon Haryadi ikut serta dalam barisan patroli gabungan, bersama anggota TNI dan Satpol PP. “Dari malam, ibadah pagi tadi (kemarin, Red) dan pengamanan gereja yang masih ada misa sore hari,” ujar Anthon.


Beberapa gereja yang didatangi oleh patroli gabungan itu di antaranya Gereja Baptis Indonesia Setia Bakti di Kelurahan Burengan dan Gereja Katolik Santo Yoseph di Kelurahan Dandangan.


Anthon mengatakan, masih ada beberapa gereja di Kota Kediri yang melaksanakan ibadah misa pada kemarin sore. Karena itu polisi melakukan pengecekan dan sterilisasi.


Selain Kapolresta, Dandim 0809 Kediri Letkol (kav) Dwi Agung Sutrisno juga terlibat dalam patroli tersebut. Menurutnya, anggota TNI berperan sebagai back up pengamanan di pos dan gereja. “Bergantian anggota agar pelaksanaan lancar,” imbuhnya.


Sedangkan Kasatpol PP Kota Kediri Ali Mukhlis juga menambahkan bahwa pihaknya bersama dengan TNI dan Polres Kediri Kota juga akan terus bersinergi untuk menjaga kemanan dan ketertiban di wilayah Kota Kediri. “Anggota dari Satpol PP Kota Kediri juga dikerahkan untuk menempati pos. Juga tetap melaksanakan patroli rutin penjagaan trantibum seperti biasa,” pungkasnya.


Di wilayah hukum Polres Kediri, Kapolres AKBP Roni Faisal Saiful Faton melakukan patroli pada malam Natal. Dia bersama tim pengamanan menyusuri gereja-gereja di sekitar wilayah Pare.


“Kami akan bertugas semaksimal mungkin untuk menjaga situasi agar tetap amam dan kondusif selama pelaksanaan ibadah perayaan Natal 2018,” ujarnya.


Sementara, pagi kemarin, pengamanan di gereja-gereja juga dilakukan. Di antaranya di Gereja Kristen Jawi Waten (GKJW) Desa Paron, Ngasem, Kabupaten Kediri.

Editor : adi nugroho
#kediri #kristen