Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Pemkot Uji Coba Lalu Lintas di Jembatan Brawijaya

adi nugroho • Rabu, 26 Desember 2018 | 15:48 WIB
pemkot-uji-coba-lalu-lintas-di-jembatan-brawijaya
pemkot-uji-coba-lalu-lintas-di-jembatan-brawijaya

KEDIRI KOTA- Harapan masyarakat Kota Kediri memiliki jembatan baru akhirnya terwujud. Setelah lanjutan pembangunannya selesai, kemarin (24/12) Jembatan Brawijaya dibuka untuk umum. Persisnya mulai pukul 13.00 WIB. Mulai saat itu pemkot mempersilakan pengguna jalan melewati jembatan megah itu.


Tujuan utama pembukaan Jembatan Brawijaya adalah menguji rekayasa arus lalu lintas. Sebelumnya dinas perhubungan (dishub) sudah membuat rekayasa lalin di tiap ujung jembatan. Yang paling mencolok adalah pemasangan lampu lalu lintas di ujung timur Jembatan Brawijaya. Yaitu pertemuan dengan Jalan Yos Sudarso dari sisi selatan dan Jalan Brawijaya di sisi timur.


“Pembangunan dan bersih-bersih sudah selesai. Dua hari lalu kami putuskan untuk membuka uji coba rekayasa lalu lintas di Jembatan Brawijaya. Dan hari ini (kemarin, Red) tepat pukul 13.00 WIB kita mulai uji coba,” ujar Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar, saat mencanangkan pembukaan jembata yang menghubungkan Kecamatan Kota dan Mojoroto itu.


Menurut orang nomor satu Kota Kediri itu, Jembatan Brawijaya akan mampu mengurai kemacetan. Serta mengurangi volume kendaraan yang melintas di dua jembatan yang ada sebelumnya. Yaitu Jembatan Semampir dan Bandarngalim. Apalagi seperti saat musim liburan kali ini, kondisi jalanan di Kota Kediri bertambah kemacetannya.


Abu menambahkan, uji coba kemarin sekaligus untuk mendapatkan fakta lapangan. Yang akan digunakan melakukan analisa terkait kondisi lalu lintas di sekitarnya. “Jika nanti analisanya sudah siap maka akan segera kami launching. Insya Allah pada bulan Maret,” ucapnya.


Pembukaan jembatan baru yang siap jadi ikon Kota Kediri tersebut mendapat sambutan hangat warga kota. Bahkan, malam sebelum uji coba, pengguna medsos sudah ramai memperbincangkan rencana itu. Beberapa warga yang melintas banyak yang refleks berujar wow keren saat melintasi jembatan tersebut.


Rahman, seorang warga, mengaku kagum melihat jembatan baru Kota Kediri ini. Dia menilai Jembatan Brawijaya merupakan salah satu jembatan termegah yang ada di Indonesia. Membuatnya bangga sebagai warga Kediri.


“Sangat bagus. Sebenarnya saya ingin foto sebelum jembatan dibuka. Tetapi tiba-tiba hari ini sudah bisa dilewati,” ujarnya.


Agung, warga lain, mengaku senang karena jembatan yang selama ini ia tunggu-tunggu selama 5 tahun lebih itu sudah bisa dilalui. Namun yang menjadi catatannya, jika malam lampu yang memakai panel surya di jembatan masih tampak redup. Membuat kondisi tengah jembatan gelap. Meskipun bagian gerbang penuh gemerlap cahaya warna-warni.


“Alhamdulillah akhirnya Jembatan Brawijaya dibuka. Tapi kalau bisa lampu penerangan di jembatan lebih terang lagi. Karena kemarin dilihat dari jembatan lama masih terlihat redup,” saran pemuda asal Pare itu.


Agung yang kemarin melintas bersama temannya juga sempat mengabadikan momen detik-detik pertama jembatan dibuka. Semua pengendara yang melintas juga terlihat kagum dan tersenyum semringah bisa melintas jembatan prestisius tersebut.


Kepala Dishub Ferry Djatmiko mengatakan, dalam uji coba rekayasa lalu lintas ini traffic light yang terpasang di sekitar jembatan sudah mulai digunakan. Untuk jembatan lama hanya berlaku ke arah barat dan hanya digunakan kendaraan roda dua saja. “Sedangkan Jembatan Brawijaya ini digunakan untuk roda dua dan roda empat, kecuali kendaraan berat,” terangnya.


Ferry menerangkan, dari pantauan CCTV, arus lalu lintas yang ada di Jembatan Semampir dan Jembatan Bandar Ngalim berkurang dengan dibukanya Jembatan Brawijaya. Ke depan, dishub akan terus melakukan evaluasi bersama Satlantas Polres Kediri Kota untuk pengaturan lalu lintas di sekitar Jembatan Brawijaya.


“Ini belum bisa dijadikan pedoman. Kita akan lihat nanti satu bulan ke depan,” sebutnya saat ditemui pada pemantauan uji coba kemarin siang.


Evaluasi awal dilakukan hingga satu bulan ke depan. Untuk evaluasi secara total dilakukan hingga peresmian. Karena minggu ini merupakan libur panjan, kondisi lalu lintas dalam kota sedang tinggi. Hal itu membuat pihaknya belum bisa mengevaluasi secara total. Dan belum bisa menjadi patokan untuk evaluasi secara keseluruhan.


“Karena ini belum bisa kita jadikan pedoman. Untuk perubahan pola, kita tunggu waktu hingga 3 bulan hingga masyarakat bisa mengubah polanya. Tetapi kita melihat satu bulan ke depan dahulu. Insya Allah sebelum peresmian semoga pola ini bisa kami selaraskan,” bebernya.


Pada uji coba kemarin juga hadir Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Sunyata, Plt Kepala Satpol PP Ali Mukhlis, Kasatlantas Polres Kediri Kota AKP A. Risky, Kabag Humas dan Protokol Apip Permana, dan Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (BPBJ) Mukhlis Isnaini.


 


 


Makin Lancar atau Tambah Macet?


-         Kendaraan ukuran besar dari Jl Yos Sudarso tidak bisa leluasa ke arah utara karena harus berhenti ketika lampu merah dan tidak boleh masuk jembatan. Sehingga ruas ini rawan terjadi kemacetan. Apalagi badan jalan yang sempit ditambah sebagai lokasi parkir bus pariwisata.


-         Roda 4 dari Jl Yos Sudarso tidak bisa langsung masuk ke Jembatan Lama karena hanya diperuntukkan bagi roda 2. Mereka harus melalui Jembatan Brawijaya. Namun di sini kendaraan masih bisa belok kiri jalan terus. Tetapi jika lampu merah menyala, kemungkinan antrean kendaraan besar masih berjubel. Sehingga tetap harus menunggu hingga lampu hijau.


-         Kendaraan dari arah timur (Jl Brawijaya), baik yang lurus melalui jembatan Brawijaya atau belok kanan masuk Mayjend Sungkono keduanya harus berhenti mengikuti rambu lalu lintas. Kondisi ini diperkirakan akan terjadi penumpukan kendaraan di ruas Jalan Brawijaya. Terlebih ketika jam pulang sekolah, karena ada SD dan SMP Santa Maria yang selama ini terkenal banyaknya penjemput siswa di bahu jalan.


-         Volume kendaraan di dua jembatan yang sudah ada (Jembatan Semampir dan Bandarngalim) mengalami pengurangan karena sebagian sudah melintas di Jembatan Brawijaya.


 


Sumber : Pantauan langsung saat uji coba hari pertama kemarin.


 

Editor : adi nugroho
#kediri #wali kota kediri #proyek jembatan #sungai brantas