KEDIRI KOTA - Beberapa SMA dan SMK negeri di Kediri kemarin dikabarkan sudah terpenuhi pagunya. Walaupun, saat penutupan Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) online pada Kamis (28/6) lalu, sekolah-sekolah itu masih terlihat kekurangan murid. Setidaknya hal itu terpantau dalam situs 22.ppdbjatim.net setelah penutupan pendaftaran.
Sebelumnya, dalam pantauan di situs PPDB online itu, ada beberapa sekolah yang pagunya belum terpenuhi. Di antaranya ada SMA Negeri 4 dan SMA Negeri 6 di Kota Kediri. Juga, ada SMAN 1 Wates, SMAN 1 Plosoklaten, dan SMAN 1 Purwoasri di Kabupaten Kediri.
Di SMAN 4 Kota Kediri Kamis malam sekitar pukul 20.00 WIB tertera masih mendapatkan 171 peserta didik. Sementara kuotanya mencapai 306. Sementara di SMAN 6 Kota Kediri jumlah peserta yang diterima juga 171. Sedangkan pagu yang ada mencapai 375.
Sedangkan tiga sekolah di Kabupaten Kediri itu masing-masing kurang 17 siswa di SMAN 1 Plosoklaten, kurang 56 siswa di SMAN 1 Purwoasri, dan kurang 7 di SMAN 1 Wates. Sedangkan pagu yang ada di SMAN 1 Plosoklaten adalah 284, di SMAN 1 Purwoasri 274, dan SMAN 1 Wates 328.
Sedangkan kemarin, di SMAN 4 Kota Kediri dan SMAN 6 Kota Kediri dikabarkan sudah penuh. Panitia PPDB di dua sekolah itu yang ditanya mengakui bila pagu mereka sudah penuh. Sayangnya, selain enggan menyebutkan namanya, panitia PPDB itu juga tak menjelaskan lebih jauh apakah pemenuhan kuota itu berlangsung sebelum atau sesudah penutupan.
Kepala SMAN 6 Kota Kediri Abdul Basyid juga menerangkan bahwa pagu di sekolahnya sudah penuh. Sehingga tidak ada bangku kosong. “Alhamdulillah pangestunipun (sudah terpenuhi pagunya),” jawab Basyid saat dikonfirmasi tadi malam.
Sayang, Basyid tak mau mengomentari soal pagu yang belum terpenuhi ketika PPDB online ditutup Kamis lalu. Termasuk apakah pemenuhan siswa itu di waktu yang mepet dengan penutupan.
Sementara, di SMAN 1 Purwoasri, masih terdapat bangku kosong. Namun, jumlahnya menyusut bila dibandingkan saat penutupan lalu. Bangku kosong saat ini sebanyak 20.
Menurut panitia PPDB SMAN 1 Purwoasri Fuguh Widodo, saat penutupan PPDB online ada kekurangan 56 murid. Namun, itu belum termasuk PPDB offline. “Setelah ditambah dengan yang mendaftar offline kini tinggal kurang 20 siswa,” jelas Fuguh.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacabdispendik) Jatim wilayah Kediri Trisilo Budi Prasetyo mengatakan, memang ada sisa kuota pagu di SMA-SMA Kota Kediri. Namun, jumlahnya tak banyak. “Masih kosong hingga sekarang juga,” tegas Trisilo.
Ketika disinggung soal adanya kekurangan pagu saat penutupan PPDB online namun saat ini ternyata sudah penuh, Trisilo menyebut hal itu kemungkinan karena crowded aplikasinya. Hal itu membuat data peserta didik yang diterima tapi tak terekapitulasi dalam sistem.
“Itu kemungkinan crowded sistemnya,” dalihnya.
Trisilo juga menjelaskan, pihak Dispendik Jatim tidak mengadakan PPDB gelombang kedua. Sehingga untuk sekolah-sekolah yang kekurangan peserta didik akan dibiarkan kosong dulu. Sekolah-sekolah itu juga tidak boleh mengadakan PPDB sendiri.
“Tidak masalah (jika kosong),” tandas Trisilo.
Editor : adi nugroho