Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Awas, Longsor Susulan Bisa Terjadi

adi nugroho • Kamis, 16 November 2017 | 02:29 WIB
awas-longsor-susulan-bisa-terjadi
awas-longsor-susulan-bisa-terjadi

NGANJUK - Lepas dari kekeringan, bukan berarti Kabupaten Nganjuk terbebas dari ancaman bencana. Memasuki musim hujan, sejumlah wilayah harus bersiap mengantisipasi bencana banjir dan longsor.B


Beberapa wilayah di Nganjuk juga harus bersiap menghadapi bencana tanah longsor. Setidaknya, ada dua kecamatan yang setiap musim hujan terkena bencana longsor. Yaitu, Kecamatan Ngetos dan Kecamatan Sawahan.


Hujan deras disertai angin kencang, kata Soeko, selama ini sering kali jadi pemicu bencana banjir dan tanah longsor. Berdasar pengalaman sebelumnya, banjir di Kabupaten Nganjuk tidak hanya merendam rumah warga dan fasilitas umum. Melainkan, banjir bandang juga merusak tanggul, jembatan dan jalan.


Melihat potensi ancaman bencana di Nganjuk, Soeko menyebut status kebencanaan saat ini adalah siaga darurat. “Jika memang ada bencana nanti statusnya bisa naik menjadi tanggap darurat,” terang Soeko.


Apa yang dilakukan BPBD untuk mengantisipasi bencana yang setiap saat mengancam warga Nganjuk itu? Ditanya demikian, Soeko menyebut saat ini BPBD tengah memetakan tingkat kerawanan di tiap kecamatan. Khusus Ngetos, Soeko memprediksi di Desa Kepel, Ngetos masih mungkin terjadi longsor susulan.


Sebab, di lokasi tebing yang longsor April lalu itu masih ada retakan tanah yang panjang dan dalam. Lokasinya tepat di atas lokasi mahkota longsor. “Dalam waktu dekat kami akan sosialisasi kepada warga di sekitar tebing untuk waspada,” terangnya.


BPBD, kata Soeko, juga akan memasang rambu peringatan agar warga tidak beraktivitas di dekat lokasi longsor. “Berdasar pengamatan masih saja ada warga yang nekat beraktivitas di sana. Ini sangat berbahaya,” lanjutnya mengingatkan. 

Editor : adi nugroho
#bencana #ngetos