KEDIRI KOTA - Akhirnya, setelah puluhan tahun, Pasar Setonobetek mengalami revitalisasi. Nantinya, pasar terbesar di Kota Kediri tersebut akan berdiri dengan dua lantai. Yang mampu menampung sekitar 2000-an pedagang.
Kemarin peletakan tiang pancang revitalisasi sudah dilakukan secara simbolis oleh Wali Kota Abdullah Abu Bakar. “Untuk menyelesaikan proyek ini yang harus dilakukan adalah kerja bersama. Dari Pemda, paguyuban pedagang pasar, dan juga PD Pasar,” tandas Wali Kota Abu Bakar ketika ditemui di lokasi.
Menurutnya, keberadaan pasar sangat penting dalam menggerakkan perekonomian lokal. Pasar harus dikembangkan sebaik mungkin. Disesuaikan dengan kebutuhan dan permintaan masyarakat. “Misalkan pasar harus bersih, tidak bau, dan rapi,” tambahnya di sela-sela kunjungannya kemarin.
Apalagi Pasar Setonobetek termasuk pasar yang besar. Menjadi andalan Kota Kediri. Makanya perlu penanganan yang lebih baik lagi. Terutama dari pihak manajemen pasar dan juga paguyuban.
“Yang membuat pasar menjadi maju ya penghuninya. Jadi harus bekerjasama dengan baik. Ditata dengan baik dan jangan semaunya,” ingatnya di depan wartawan dan juga anggota Paguyuban Pedagang Pasar Setonobetek (Pastek).
Bagaimana dengan persaingan pasar tradisional dengan pasar modern? Menurut Abu saat ini izin pasar modern terutama yang berbentuk minimarket sudah dibatasi. Makanya, saat ini pasar tradisional sendiri juga harus semakin memperbaiki pengelolaannya.
“Pasar modern dapat barangnya juga pastinya berasal dari pasar tradisional,” tegasnya.
Pasar Setonobetek akan dijadikan empat blok. Revitalisasi tahap pertama ini, DPU akan menggarap blok A terlebih dahulu. Ukurannya 40x80 meter. Dengan anggaran sebesar Rp 25 miliar. Diperkirakan proyek bisa diselesaikan pada pertengahan Desember nanti.
“Dari perhitungan kami pastikan bisa selesai sesuai waktu yang ada,” terang Sunyata, pelaksana harian Kepala DPU saat ditemui di lokasi pembangunan.
Berdasarkan detail engineering design (DED) Pasar Setonobetek terdiri dari empat bangunan. Gedung A, B, dan C berlantai dua. Sedangkan bagian D berupa ruang terbuka namun tetap beratap. Gedung A berada di sisi kanan pasar atau paling barat. Luasnya sekitar 3.696 meter persegi.
Sedangkan gedung B adalah gedung utama dengan luas sekitar 8.208 meter persegi. Untuk gedung C berada di sisi selatan gedung utama dengan luas sekitar 2.448 meter persegi. Dan gedung D memiliki luas 2.340 meter persegi dan berada di sebelah timur pasar.
Akses ke dalam gedung nantinya bisa dari segala penjuru. Sehingga tidak terjadi penumpukan pembeli hanya di sisi-sisi tertentu saja. Termasuk akses ke lantai dua dipermudah. Seperti konstruksi di Pasar Bandar, rencananya nanti akan dibuat jalan menanjak menuju ke lantai atas.
“Sehingga pedagang yang ingin membawa barang dagangannya ke bagian atas lebih mudah dan leluasa,” tambah Sunyata.
Sementara itu, Ali Yasikin, ketua Pastek menjelaskan bahwa pihaknya sangat berterima kasih Pasar Setonobetek akhirnya direvitalisasi. Pasalnya sejak berdiri 1981 lalu, pasar sama sekali tidak pernah tersentuh program perbaikan.
“Keluhan sudah banyak sekali. Mulai dari bocor, kotor, kumuh. Sudah sering disampaikan. Dan alhamdulillah tahun ini sudah ditindaklanjuti,” terang Ali.
Menurutnya, karena kondisi pasar yang dulu tidak nyaman membuat pembeli banyak yang akhirnya untuk datang berbelanja ke pasar. Padahal sebelumnya ada banyak pembeli grosiran juga menyasar Pasar Setonobetek.
Dulu pembeli juga banyak berasal dari luar kota. Seperti Tulungagung hingga Nganjuk. Namun karena kondisi pasar yang kumuh membuat mereka enggan mampir ke Pasar Setonobetek.
“Makanya ini kami sangat berterima kasih kepada pemerintah kota. Semoga setelah ini, pasar menjadi ramai kembali,” pungkasnya. (dna/fud)
Judul Sambungan\\Dulu Juga Didatangi Pembeli Luar Kota
Editor : adi nugroho