Bahagia Kembali ke Stadion Brawijaya, Hasil Penilaian Risk Assessment Persik Meningkat

Emilia Susanti • Dipublikasikan Rabu, 2 September 2026 | 07:00 WIB
Polres Kediri Kota saat mengecek kesiapan Stadion Brawijaya yang akan dijadikan venue laga kandang Persik Kediri.
Polres Kediri Kota saat mengecek kesiapan Stadion Brawijaya yang akan dijadikan venue laga kandang Persik Kediri.

JP Radar Kediri – Skuad Macan Putih kembali berlatih di Stadion Brawijaya akhir pekan lalu. Ini menjadi momen pertama para pemain menjajal lapangan bersejarah bagi Persik Kediri masa pramusim. Sebelumnya, tim menjalani latihannya di Kediri Soccer Field, Ngasem.

Head Coach Persik Kediri Marcos Reina Torres mengaku senang bisa melakoni latihan di Stadion Brawijaya lagi. Dia melihat, kondisi lapangan sudah lebih baik dari sebelumnya. Yang mana, itu menjadi aspek penting dalam latihan Macan Putih.

“Juga kami lihat ada kursi, itu sangat bagus, terlihat lebih indah,” kata pelatih asal Spanyol itu.

Untuk diketahui, skuad ‘baru’ Persik Kediri selama pramusim ini memang lebih sering menggelar latihan di luar Stadion Brawijaya. Pada latihan perdananya, tim langsung menjalani latihan di Kediri Soccer Field. Lalu, setelahnya, tim melakukan training camp di Solo. Di sisi lain, mayoritas uji coba juga dilakukan di luar.

Praktis, menjalani latihan di Stadion Brawijaya menjadi salah satu agenda penting. Sebab, banyak pemain anyar yang ada di dalam skuad yang belum mengenal stadion kebanggaan warga Kota Kediri ini.

“Marcelo saat datang pertama kali ke stadion, dia bilang oh I like it. Jadi sangat baik bisa latihan di sini,” cerita Marcos.

Diberitakan sebelumnya, Persik Kediri tetap mengandalkan Stadion Brawijaya sebagai homebase di Super League musim ini. Ya walaupun masih ada beberapa catatan dari I.League yang harus ditindaklanjuti. Seperti halnya pemasangan single seat, perbaikan lapangan, hingga penerangan.

Kabar baiknya, manajemen Macan Putih tampak bertekad untuk memenuhi catatan dari I.League tersebut. Sebanyak dua ribu single seat pun telah dipasang. Lalu, beberapa lampu yang mati juga sudah diperbaiki. Tak kalah penting, perawatan lapangan juga terus dilakukan intensif oleh vendor.

Terbaru, hasil risk assesment menunjukkan peningkatan. Musim lalu, nilai yang didapatkan Stadion Brawijaya adalah sebesar 42,8 persen. Itu berdasar re-risk assessment yang dilakukan 10 September 2025. Kini, nilainya meningkat menjadi 62,24 persen. Setelah dilakukan risk assessment pada 30 Agustus 2026.

“Skor risk assessment Stadion Brawijaya oleh Ditpamobvit Polda Jatim 62,24 persen,” beber Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) Persik Kediri Tri Widodo.

Tentunya, kabar ini menjadi kabar baik bagi Persik Kediri. Pasalnya, nilai risk assessment inilah yang kerap menjadi pertimbangan penting pihak kepolisian dalam memberikan rekomendasi izinnya. (em/tar)

Editor : Mahfud
hasil risk assessment stadion brawijaya risk assessment stadion brawijaya kediri hasil risk assessment persik stadion brawijaya kota kediri persik kediri