Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Homebase Persik Masih Tanda Tanya, Manajemen Tetap Upayakan Main di Stadion Brawijaya

Emilia Susanti • Minggu, 21 Juni 2026 | 06:07 WIB
Momen Persikmania memenuhi tribun Stadion Brawijaya pada Sabtu (16/5) dalam laga Persik Kediri melawan Persija Jakarta. (FOTO: Persik Kediri)
Momen Persikmania memenuhi tribun Stadion Brawijaya pada Sabtu (16/5) dalam laga Persik Kediri melawan Persija Jakarta. (FOTO: Persik Kediri)
KEDIRI, JP Radar Kediri - Kabar Persik Kediri harus pindah kandang sempat mencuat sebelum kompetisi Super League berakhir.
Saat itu, persoalan menyorot penerangan stadion yang belum sesuai standar I.League.

Walau begitu, kepastian mengenai laga kandang Persik Kediri belum diumumkan hingga saat ini.

Sementara itu, dalam Club Licensing Cycle 2025/2026, Persik Kediri tetap mengajukan Stadion Brawijaya, Kota Kediri.

Artinya, manajemen Macan Putih masih mengupayakan stadion di jantung Kota Tahu ini sebagai homebase.

Baca Juga: Tinggalkan Persik Kediri, Yusuf Meilana Menyeberang ke Persebaya Surabaya

Hanya saja, I.League menyebutkan bahwa hasil dari lisensi tersebut belum menjadi keputusan final mengenai venue pertandingan Super League 2026/2027.

“Harapannya ya tetap di Brawijaya,” kata Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) Persik Kediri Tri Widodo.

Dia mengatakan, pihaknya akan berusaha agar Persik Kediri tetap bisa menjalani laga di Stadion Brawijaya.

Terlebih lagi, pihak Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri juga dikabarkan akan memperbaiki pagar stadion.

Menurutnya, perbaikan ini menjadi berarti mengingat beberapa kali Persik Kediri terusir lantaran aspek keamanan.

“Inginnya perbaikannya selesai sebelum kompetisi nanti,” ujarnya.

Beberapa waktu lalu, COO Persik Kediri Arthur Daniel Irawan juga mengatakan pihaknya akan tetap memperjuangkan skuad Macan Putih tetap berkandang di Stadion Brawijaya, Kota Kediri.

Menurutnya, Persik Kediri merupakan tim kebanggaan masyarakat Kediri. Sehingga, bermain pun harus tetap di Kediri.

“Tentunya kami akan perjuangkan bahwa Persik Kediri ini tim yang harus main di Kediri,” katanya pada Maret lalu.

Dia mengatakan bahwa pihaknya selalu aktif berkomunikasi dengan dua pemimpin daerah di Kediri.

Yaitu Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati dan Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana.

Kepada Vinanda-sapaan akrabnya, Persik Kediri berharap Stadion Brawijaya bisa diperbaiki hingga memenuhi standar I.League.

Baca Juga: Bek Persik Kediri Vava Mario Setia Dukung Brasil di Piala Dunia 2026

“Selama ini saya juga mau berterima kasih ke Mbak Vinanda, Wali Kota, karena udah jelas kita lihat perubahan Brawijaya yang lebih bagus, ucap Arthur. Menurutnya, Vinanda selalu mendukung Persik. Hal itu diakui sangat berarti untuk tim.

“Semoga kami bisa cari solusi, biar Brawijaya bisa dimaksimalkan dan sesuai standar untuk liga selanjutnya,” imbuhnya.

Sementara itu, kepada Dhito-sapaan akrab Bupati Kediri, Arthur juga menyampaikan harapannya terkait dengan pembangunan Stadion Gelora Daha Jayati (GJD), Kecamatan Tarokan.

“Ada Stadion Gelora Daha Jayati, semoga itu juga bisa selesai segera. Semogalah, Persik Kediri itu tim Kediri dan itu wajib main di Kediri,” tandas Arthur.

Terlepas dari itu, Persik Kediri musim lalu memang masih menghadapi cobaan pada gelaran laga kandang.

Yang mana, beberapa laga terpaksa diungsikan ke stadion alternatif. Yaitu ke Gelora Joko Samudro (GJS), Gresik.

Laga yang dharus diungsikan itu meliputi laga kontra Madura united FC, Persebaya Surabaya, serta PSIM Yogyakarta. (em/tar)

Editor : Andhika Attar Anindita
#kandang persik kediri #persik kediri #stadion brawijaya kediri #homebase persik kediri #stadion brawijaya