KEDIRI, JP Radar Kediri– Masalah di sektor pertahanan Persik Kediri tak kunjung selesai. Itu bisa dilihat jelas dari total kebobolan yang dialami Persik Kediri.
Yakni sebanyak 47 kebobolan. Jumlah ini menjadi catatan kebobolan tertinggi kedua di BRI Super League hingga pekan 27.
Tim dengan jumlah kebobolan terbanyak disandang oleh PSBS Biak yang menjadi tim juru kunci. Yaitu dengan jumlah 64 kebobolan.
Catatan merah ini tentu harus diselesaikan. Apalagi masih ada tujuh laga yang menanti.
Baca Juga: Tim Medis Persik Kediri Tunggu Observasi Jon Toral dan Chechu Meneses
Melawan Persita, PSM Makassar, Borneo FC Samarinda, Arema FC, Semen Padang FC, Persija Jakarta, dan Persebaya Surabaya.
“Kami memang akan terus kalah bila tidak memperbaiki pertahanan kami dan menciptakan lebih banyak peluang,” ujar Head Coach Persik Kediri Marcos Reina Torres.
Marcos terus meyakinkan bahwa dirinya terus berupaya memperbaiki pertahanan.
Dia menyadari penuh bila ada masalah serius di sektor tersebut. Kendati demikian, faktanya tetap sama.
Gawang Macan Putih tetap bisa dijebol. Adapun cleansheet, skuad Macan Putih juga tidak bisa mencetak gol. Itu dilihat dari skor akhir 0-0 saat Persik versus Persijap Jepara (6/4).
“Tapi saya percaya dengan tim, kami bisa meraih kemenangan, jadi sekarang lebih baik fokus ke Persita,” kata Marcos.
Sekilas dari statistik, laga kontra Persita notabene akan berjalan lebih sulit.
Itu bila dilihat secara performa hingga pekan 27. Persita di peringkat tujuh, sementara Persik Kediri di posisi ke-12.
Sementara, selisih poinnya berjarak 11 poin. Artinya, walau Persik Kediri menang, Bayu Otto dkk tak akan bisa mengungguli peringkat Persita.
Baca Juga: Ngotot Jamu Arema di Kediri, Arthur Sebut Suporter Persik Kediri Tidak Anarkis
Kabar baiknya, pertandingan akan berlangsung di kandang sendiri. Yang mana, dukungan suporter akan menjadi suntikan semangat. (em/tar)
Editor : Andhika Attar Anindita