KEDIRI, JP Radar Kediri– Persik Kediri menjadi klub pertama Marcos Reina Torres di sepak bola Indonesia sekaligus Asia.
Praktis, banyak penyesuaian yang harus dilakukannya. Termasuk menyesuaikan latihan di bulan Ramadan ini.
“Ini baru bagi saya. Jadi saya masih terus belajar,” kata pria yang merupakan Head Coach Persik Kediri ini.
Selanjutnya, dia bercerita bahwa dirinya baru pertama kali tinggal di negara yang mayoritas masyarakatnya merupakan muslim. Begitu pula dengan klub yang para pemainnya mayoritas beragama Islam.
“Saya pernah memiliki pemain muslim saat saya di USA. Tetapi hanya dua pemain. Jadi mereka yang hanya mendapatkan perlakuan khusus,” ceritanya.
Lebih lanjut, Marcos mengaku tidak merasakan nuansa ramainya orang-orang saat berburu takjil seperti informasi yang didapatkannya.
Hanya saja, dia memang menjumpai banyak masyarakat saat perjalanannya menuju ke tempat latihan.
Untuk mengetahui lebih banyak, pria berusia 41 tahun itu juga sering bertanya ke para pemainnya. Misalnya kapan mereka harus makan, kapan tidak boleh makan, lalu makanan apa yang dimakan, dan sebagainya.
Menurutnya, dia masih terus belajar tentang bagaimana Ramadan di sepak bola Indonesia.
“Di sini memang berbeda, kotanya, negaranya, orang-orangnya. Ramadan merupakan momen besar di sini. Jadi semua yang tidak saya ketahui akan terus saya tanyakan,” tandas pria asal Spanyol tersebut.
Seperti diketahui, Marcos Reina Torres merupakan pelatih kepala Persik Kediri yang direkrut manajemen untuk menggantikan Ong Kim Swee.
Dia pertamakali datang ke Kota Tahu kala pertandingan Persik Kediri menghadapi Semen Padang FC (27/11/2025).
Hanya saja dia belum diperkenalkan manajemen sebagai pelatih kepala. Sementara itu, laga perdana di Persik Kediri adalah laga menghadapi Persita Tangerang (21/12/2025). (em/tar)
Untuk mendapatkan berita- berita terkini Jawa Pos Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : Andhika Attar Anindita