KOTA, JP Radar Kediri – Performa skuad Macan Putih di putaran pertama BRI Super League mengecewakan.
Catatan kekalahannya ada sebanyak delapan laga dengan total kebobolan mencapai 26 gol. Mayoritas gol-gol tersebut bersarang di babak kedua.
Manajer Tim Persik Kediri Mochamad Syahid Nur Ichsan mengatakan bahwa hal tersebut telah menjadi catatan manajemen.
Banyaknya kebobolan yang terjadi di babak kedua menandakan performa tim mengalami penurunan di babak kedua.
Jika dikalkulasi, ada 22 kebobolan yang dialami skuad Macan Putih di babak kedua. Sementara empat kebobolan sisanya terjadi di babak pertama.
“Berati kan memang entah dari sisi faktor kebugaran atau dari sisi faktor hilangnya konsentrasi atau fokus. Ini yang jadi PR (pekerjaan rumah) besar bagi tim pelatih,” kata pria asal Bandung itu.
Menurutnya, manajemen telah menyampaikan kepada tim pelatih mengenai situasi tersebut. Persoalan ini pun akan diperbaiki di putaran kedua kompetisi.
Bukan saja pada 90 menit pertandingan. Melainkan juga saat sudah memasuki babak injury time.
“Nah ini biar pelatih yang menyelesaikan juga apa yang terjadi di lapangan. Tentunya kan kami menekankan bahwa 2x45 bahkan sampai ibaratnya seratus menit lebih pun ya tetap harus fokus dan fight. Selama wasit belum meniupkan peluit panjang berarti kan pertandingan belum berakhir,” tekannya.
Sementara itu, eks Pelatih Kepala Persik Kediri Budiardjo Thalib mengingatkan bahwa pertandingan sepak bola tidak hanya babak pertama atau kedua saja.
Selama pertandingan berjalan, seluruh pemain harus tetap menjaga konsentrasi dan staminanya.
“Mungkin di babak kedua ada gol ya karena mungkin kurang fokus dan konsentrasi,” katanya.
Baca Juga: Debut Pahit Jon Toral dan Adrian Luna saat Persik Kediri Tumbang dari Malut United FC
Di dalam sepak bola, semua memang bisa terjadi. Tidak ada yang bisa memprediksi di menit berapa pemain akan mencetak gol.
Hanya saja, ketika data yang berbicara maka fenomena yang terjadi tidak boleh dikesampingkan begitu saja.
Banyaknya kebobolan di babak kedua menandakan ada persoalan serius. Tim pelatih harus mencari jalan keluarnya.
Apakah karena persoalan stamina, penurunan konsentrasi pemain, atau kesalahan dalam melakukan pergantian pemain. (em/tar)
Catatan Kebobolan Skuad Macan Putih
Babak Pertama
Madura United FC
Iran Junior 3’
Dewa United Banten FC
Alexis Messidoro 19’
Taisei Marukawa 39’
Bhayangkara Presisi Lampung FC
Dendy Sulistyawan 7’
Malut United FC
Ciro Alves 27’
David da Silva 36’
Yakob Sayuri 38’
Babak Kedua
Bali United FC
Boris Kopitovic 90’
Madura United FC
M Taufany Muslihuddin 87
Dewa United Banten FC
Alex Martins 69’
PSBS Biak
Andre Oktaviansyah 69’
Malut United FC
Gustavo Franca 60’
Persis Solo
Xandro Dylan 90’
Borneo FC Samarinda
Douglas Countinho 75’
Maicon de Souza da Silva 78’
PSM Makassar
Alex Aguiar Gomes 53’
PSIM Yogyakarta
Nermin Haljeta 49’
Ze Valente 61’ (penalti)
Persebaya Surabaya
Arief Catur Pamungkas 54’
Persija Jakarta
Eksel Runtukahu 60’
Maxwell Souza 70’
Witan Sulaeman 78’
Semen Padang FC
Samuel Simanjuntak 77’
Persita
Hokky Caraka 66’ & 69’
Eber Bessa 82’
Persib Bandung
Saddil Ramdani 68’
Arema FC
Supriadi 90’ (gol bunuh diri)
Lucas Puleio 90’
Malut United FC
Tyronne del Pino 49’
Editor : Andhika Attar Anindita