Toni berbagi kisah mengenai perjalanannya menjadi masseur di tim Macan Putih. Ada suka duka saat membersamai Persik Kediri. Baginya, suasana yang paling tidak diharapkannya adalah saat tim mengalami kekalahan. Suasana di ruang ganti mendadak seperti kuburan.
“Nggak ada yang berani bicara,” kenang Toni saat menceritakan pengalamannya.
Adapun hal yang membuatnya senang bisa bergabung dengan Persik Kediri karena tim tersebut adalah skuad yang selalu dia banggakan saat kecil. Saat remaja, Toni sering ikut away untuk mendukung Macan Putih. Dia juga tidak menyangka bisa berteman dengan Johan Prasetya.
Mantan pemain Persik Kediri yang sekarang menjadi asisten pelatih. Menariknya, Toni hanya tak bercerita tentang pengalamannya di Persik Kediri.
Lebih dari itu, dia juga berbagi pengetahuannya tentang sport massage. Toni juga berbagi cerita tentang seorang masseur tidak boleh bekerja secara asal.
“Harus tetap tanya ke dokter atau fisioterapis dulu,” ujarnya.
Terakhir, pria asal Kelurahan Ngronggo, Kecamatan Kota ini juga menceritakan ada proses panjang sebelum dirinya menjadi masseur Persik
Kediri. Jauh sebelumnya, Toni mengaku pernah menjadi guru. Lalu pelatih cabang olahraga (cabor) atletik dan masseur di klub Liga 2.
Nah, semua cerita lengkapnya akan tersaji dalam Podcast Jeda Laga episode “Sultoni: Saat Persik Kalah, Suasananya Seperti Kuburan”.
Untuk mendapatkan berita- berita terkini Jawa Pos Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : rekian