Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Persik Kediri Ajukan Banding Denda Rp 200 Juta Komdis PSSI usai Laga Kontra Dewa United

Emilia Susanti • Senin, 8 September 2025 | 00:47 WIB
Persik Kediri dijatuhi sanksi usai laga kontra Dewa United.
Persik Kediri dijatuhi sanksi usai laga kontra Dewa United.

KEDIRI, JP Radar Kediri- Komite Disiplin (Komdis) Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) baru saja menjatuhi denda Persik Kediri.

Nilainya tak main-main. Mencapai Rp 200 juta. Namun begitu, manajemen tidak tinggal diam. Pihak Macan Putih menyatakan banding atas denda tersebut.

Manajemen Persik Kediri membantah telah melakukan pelanggaran yang disebutkan oleh PSSI. Manajer Tim Persik Kediri Mochamad Syahid Nur Ichsan menjelaskan bahwa ada kesalahan dari pengawas pertadingan.

“Kami sudah ajukan banding karena ga ada siapa-siapa yang masuk ruang ganti kami,” tegasnya. Untuk diketahui, Komdis PSSI telah merilis hasil sidang yang dilakukan pada 27 Agustus lalu.

Hasilnya, Persik Kediri menjadi salah satu tim yang mendapatkan sanksi dari Komdis PSSI. Pelanggaran tersebut terjadi pada saat laga kontra Dewa United Banten FC pada (22/9).

“Jenis pelanggaran: adanya tamu VIP yang tidak terdaftar sebagai ofisial masuk ke dalam ruang ganti tim Persik Kediri,” tulis Komdis PSSI dalam rilis mereka.

Sementara, tim yang juga mendapatkan sanki Komdis PSSI yaitu Bhayangkara Presisi Lampung FC, Persik Kediri, Persija Jakarta, dan Malut United.

Jenis pelanggaran tersebut pun beragam. Untuk Persija Jakarta, pelanggaran yang dilakukan yaitu adanya pelemparan sepatu dan kemasan air mineral oleh penonton Persija Jakarta ke arah pemain Malut United FC pada 23 Agustus lalu.

Dalam pelanggaran ini, Persija mendapatkan sanksi berupa denda Rp 20 juta. Sementara, Malut United FC juga turut mendapatkan sanksi atas pertandingan melawan Persija Jakarta.

Jenis pelanggaran tersebut yaitu adanya pelemparan kemasan air mineral oleh ofisial dan pemain Malut United FC ke arah penonton di tribun barat. Hanya saja, Malut United FC hanya mendapatkan teguran keras dalam pelanggaran ini.

Walau begitu, Komdis PSSI masih menemukan pelanggaran lain yang dilakukan oleh Malut United FC pada laga tersebut.

Adalah adanya personel Malut United FC yang menggunakan ID Card tidak sesuai dengan identitas sebenarnya. Sehingga, Malut United FC harus membayar denda sebanyak Rp 5 juta.

Terhadap Bhyarangkara Presisi Lampung FC, Komdis PSSI juga mencatat ada dua pelanggaran yang terjadi.

Yang pertama adalah terkait tindakan tida sportif (unsporting conduct) kepada perangkat pertandingan oleh Reza Arifian sebagai ofisial.

Sehingga, Komdis PSSI menjatuhkan denda sebesar Rp 50 juta dan larangan berpartisipasi di empat pertandingan.

Pelanggaran kedua yang dilakukan yaitu adanya perusakan fasilitas stadion. Fasilitas yang dirusak tersebut adalah signage ruang logistik, standing white board, dan pint ruang ganti tim Bhayangkara Presisi Lampung FC.

Dalam pelanggaran ini, klub haru membayar kerugian materiil kepada Panitia Pelaksana Pertandingan Arema FC.

Editor : Andhika Attar Anindita
#banding #persik kediri #dewa united #denda #komdis pssi #macan putih #manajemen