KEDIRI, JP Radar Kediri– Persik Kediri akhirnya meraih tiga poin perdana di BRI Super League 2025/2026.
Dari laga ini, terlihat Macan Putih memiliki keunggulan dalam set piece bola mati. Dua gol lawan PSBS Biak berasal dari situasi bola mati yang dieksekusi Ezra Walian.
“Persik Kediri memiliki kekuatan dalam efektivitas bola mati. Dua gol berasal dari situasi bola mati atau second chance,” jelas Muslim Habibi, pelatih yang juga pengamat sepak bola itu.
Menurutnya, ada beberapa poin positif yang dimiliki oleh Persik Kediri. Tak hanya efektivitas bola mati.
Kedalaman skuad juga menjadi kekuatan tim. Hal ini bisa dilihat dari tempo permainan yang tetap bisa dijaga oleh para pemain Macan Putih.
“Pemain asing Jose Enrique juga memberi perbedaan kualitas di momen krusial,” tambah pria yang akrab disapa Habibi itu.
Mengenai pertandingan pada Jumat (29/8), dia melihat bahwa skuad Macan Putih bermain lebih sabar dibandingkan skuad Badai Pasifik.
Dari sektor pertahanan, Habibi menilai bahwa Persik bermain dengan rapat. Meskipun pada akhirnya berhasil dibobol pada babak kedua.
Tak kalah penting, dia juga menyorot aksi Ezra Walian dan Irkham Mila yang berhasil memberikan kombinasi permainan yang apik. “Ada kombinasi bola mati dan pergerakan eksplosif,” jelasnya.
Kendati demikian, ada beberapa catatan dari Habibi. Utamanya terkait konsentrasi pemain setelah unggul.
Pasalnya, jeda gol penyama kedudukan dari PSBS Biak hanya dua menit saja. Menunjukkan bahwa organisasi pertahanan Macan Putih langsung drop usai unggul.
“Solusinya harus tetap menjaga fokus. Pelatih bisa instruksikan game management lebih baik setelah unggul,” terang Habibi.
Catatan selanjutnya, eks pelatih Persedikab itu melihat ada ada koordinasi lini belakang yang berjalan kurang bagus.
Sebabnya, PSBS Biak beberapa kali mendapat peluang dari aksi serangan balik cepat. Sementara, bek tengah Persik Kediri terkadang terlalu maju hingga meninggalkan celah.
“Solusinya meningkatkan komunikasi antarbek dan peran gelandang bertahan harus lebih disiplin menjaga area di depan bek,” tandasnya.
Editor : Andhika Attar Anindita