KEDIR, JP Radar Kediri- Anthem tim menjadi salah satu ritual sakral tim sepak bola. Tak terkecuali bagi keluarga besar Persik Kediri.
Menyanyikan anthem Bersama Kita Terlahir Kuat selalu membangkitkan rasa cinta kepada Macan Putih.
Tak ayal, banyak pemain hingga suporter yang menahan rasa haru. Bahkan sampai menitihkan air mata.
Belum lagi dengan sang penyanyi. Perasaannya pasti lebih campur aduk. Seperti yang dirasakan oleh Yusak Lud, 29, yang dipercaya menyanyikan anthem tersebut saat launching tim Persik Kediri. “Tentu saya merasa bangga,” ujar Yusak.
Namun begitu ada perasaan lain yang dirasakannya kala itu. Genjrengan gitar dan vokalnya terdengar sedih.
“Saya juga tidak tahu kenapa. Tetapi mungkin suasana saat itu sedang berduka, Bimo Imam Wicaksono (Persikmania, red) itu teman baik saya,” akunya.
Ya, beberapa waktu lalu, Persikmania tengah berduka atas berpulangnya Bimo Imam Wicaksono. Salah seorang suporter dari komunitas Cyberxtreme.
Kala launching team, para suporter pun terlebih dahulu memberikan doa terhadap almarhum Bimo. Baru setelahnya, anthem Persik Kediri berkumandang.
Terlepas dari kabar duka tersebut Yusak mengaku sudah tiga kali dipercaya menyanyikan anthem Persik Kediri.
Pertama saat dibukanya musim 2024/205. Kemudian pada saat laga kandang terakhir Macan Putih di musim 2024/2025. Lalu, usai laga melawan Asia Warriors FC pada Minggu (20/7) lalu.
“Kalau untuk Persik ga pernah ga siap sih,” akunya ketika diminta tolong untuk bernyanyi oleh manajemen.
Uniknya, Yusak bukanlah seorang penyanyi. Hanya saja, dia memang bisa bernyanyi dan suporter setia Macan Putih.
Hal itu diketahui oleh salah seroang kenalannya yang berada di manajemen Persik Kediri. “Saya juga nggak tahu kok saya, kok nggak penciptanya aja,” ceritanya.
Kendati demikian, dia tidak ada alasan untuk menolak atas tawaran tersebut. Terlebih lagi Yusak seringkali aktif dalam kegiatan yang melibatkan banyak orang.
Sehingga, persoalan kepercayaan diri bukan suatu hal yang serius baginya. “Bisa dihandle,” tandasnya.
Editor : Andhika Attar Anindita