Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Persik Kediri Harus Miliki Pencahayaan Lampu Segini jika Ingin Berkandang di Stadion Brawijaya

Emilia Susanti • Minggu, 29 Juni 2025 | 04:58 WIB
Gavin Kwan Adsit berlatih di Stadion Brawijaya Kediri.
Gavin Kwan Adsit berlatih di Stadion Brawijaya Kediri.

KEDIRI, JP Radar Kediri– Persik Kediri masih belum bisa bernapas lega. Persoalan homebase untuk musim terus menghantui.

Terlebih lagi PT Liga Indonesia Baru (LIB) belum memberikan lampu hijau. Salah satu masalah yang masih membayang-bayangi adalah penerangan.

Ya, PT LIB memang memiliki regulasi sendiri mengenai sistem pencahayaan lampu. Setidaknya, cahaya yang menerangi lapangan stadion memiliki kekuatan 1.500 lux.

Persoalannya, Pemkot Kediri mengatakan bahwa lampu penerangan itu akan di-upgrade menjadi 1.200 lux. Praktis, itu belum memenuhi standar yang ada dalam regulasi PT LIB.

“Setelah pemasangan itu akan ada penataan cahaya. Jadi penataan cahaya itu saya yakin dengan apa yang sudah dilakukan pemesanan oleh Pemkot terkait lampu bisa mencapai (standar, red),” kata Manajer Tim Persik Kediri Mochamad Syahid Nur Ichsan.

Penataan cahaya yang dimaksud dalam hal ini adalah ketinggian dari lampu. Lalu, peletakan sorotan cahaya juga akan mempengaruhi kekuatan cahaya pada lapangan permainan.

“Saya yakin dengan spesifikasi yang dibeli, dengan kekuatan lampunya, itu bisa mencapai sesuai standar,” lanjut Syahid.

Untuk diketahui, insiden mati lampu di Stadion Brawijaya, Kota Kediri masih melekat di ingatan masyarakat.

Apalagi insiden tersebut terjadi sebanyak dua kali. Yang pertama, saat Persik Kediri menjamu Persis Solo (14/2) lalu.

Kemudian, insiden kedua terjadi pada saat skuad Macan Putih menghadapi skuad Dewa United FC (1/3).

Kala itu, lampu stadion mati saat pertandingan sedang berlangsung. Akibatnya, pertandingan terpaksa diberhentikan untuk beberapa menit.

Dampak lanjutannya, Persik Kediri harus mencari stadion alternatif sebagai markasnya. Seperti diberitakan sebelumnya, kompetisi Liga 1 akan bergulir lagi Agustus mendatang.

Praktis, perbaikan Stadion Brawijaya harus berpacu dengan waktu. Wajib rampung sebelum liga dimulai. Itu jika ingin skuad Persik Kediri berkandang di Kota Tahu.

Estimasi pengerjaan lampu membutuhkan waktu antara dua sampai tiga bulan. Padahal, kompetisi akan berlangsung sebulan lagi. Secara matematis, rencana tersebut kecil kemungkinan diselesaikan.

Sementara itu, Competition & Operation Manager PT LIB Somad menekankan bahwa rencana perbaikan itu menjadi hal positif untuk sepak bola di Kota Tahu.

Tak terkecuali untuk skuad Macan Putih. “Persik Kediri akan kesulitan jika tidak ada support dari pemerintah,” katanya.

Ada beberapa catatan minor pada Stadion Brawijaya. Khususnya lapangan dan penerangan. Kemarin, PT Liga Indonesia Baru (LIB) tampak melakukan inspeksi di stadion plat merah tersebut.

Editor : Andhika Attar Anindita
#pencahayaan #persik kediri #persik #Homebase #lampu #stadion brawijaya