KEDIRI, JP Radar Kediri – Persikmania sangat kecewa dengan ulah oknum Aremania kepada tim Macan Putih.
Mereka mendesak manajemen Persik Kediri melaporkan insiden tersebut ke komite disiplin (Komdis) Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI). Harapannya agar ada sanksi tegas.
Pasalnya, penyerangan terhadap tim lawan bukan yang pertama kali terjadi di luar Stadion Kanjuruhan. Persik Kediri merupakan tim kedua.
Sebelumnya, tim Persebaya Surabaya sudah merasakannya. Hingga akhirnya terjadi tragedi sepak bola terbesar di Indonesia. Yang mana dikenal dengan tragedi Kanjuruhan.
“Kami berharap Persik juga mendesak pihak Arema FC entah itu panpel atau suporter untuk mengusut kejadian kemarin,” ujar Koordinator Persikmania Ahmad Masrur, alias Balo.
Dia sangat menyayangkan insiden tersebut. Padahal, skuad Persik Kediri datang dengan penuh rasa hormat.
Baik sebelum maupun saat pertandingan. H-1 laga, rombongan Macan Putih menyempatkan kirim doa. Lalu, saat laga berjalan juga tidak ada selebrasi berlebihan.
“Kami kaget dan kecewa kenapa luapan emosinya itu dirupakan dengan penyerangan terhadap bus pemain Persik Kediri,” kata Balo.
Apalagi, adanya larangan keberadaan suporter tamu tidak lepas dari Tragedi Kanjuruhan 1 Oktober 2022 lalu.
Di saat para suporter menyuarakan untuk mencabut regulasi tersebut malah terjadi insiden pelemparan batu kepada bus Persik Kediri. “Apakah mereka tidak belajar dari Tragedi Kanjuruhan,” sesalnya.
Balo juga mengaku kecewa dengan pengusutan aksi pelemparan batu oknum suporter. Sebab, hingga saat ini belum ada perkembangan dari pihak kepolisian mengenai siapa pelaku dalam peristiwa Minggu (11/5) kemarin.
“Hitungannya sudah 2x24 jam. Masih belum ada pelaku yang belum di upload, ditangkap, yang bisa diklarifikasi. Harapannya segera ditangkap dan dimunculkan di media siapa pelakunya,” tegas Balo.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : Andhika Attar Anindita