Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Stadion Brawijaya yang Mengenaskan, Suporter Malu saat Siaran Langsung Persik Kediri

Emilia Susanti • Senin, 28 Oktober 2024 | 17:08 WIB
Photo
Photo

KEDIRI, JP Radar Kediri- Stadion Brawijaya 21 tahun silam. Tepatnya, pada 10 November 2003. Tepat di Hari Pahlawan itu, ribuan suporter seperti tumpah.

Mereka beranjak dari tribun penonton. Berlarian ke tengah lapangan. Mengejar para pemain Persik yang belum sempat meluapkan kegembiraan setelah menggebuk Persib Bandung 4-0.

Kemenangan itu memang menjadi sejarah bagi Kota Kediri. Klub yang mereka ‘miliki’ pertama kalinya menjadi juara Liga Indonesia.

Tepat di tahun pertama keikutsertaan di pentas liga paling atas. Kemenangan tersebut menjadikan poin mereka tak bisa dikejar rivalnya, PSM Makassar.

Yang menarik, wajah Stadion Brawijaya saat itu tak berbeda banyak dengan saat ini. Sebab, selama nyaris 21 tahun itu tak ada renovasi besar yang terjadi. Kalaupun ada hanyalah perbaikan minor saja.

Faktanya, kondisi sarana dan prasarana yang ada membuat miris. Pagar pembatasnya tampak renta. Sudah banyak yang berkarat. Mudah jebol bila kena ‘amukan’ suporter.

Lalu, cat di tribun juga mengelupas di sana-sini. Jelas terlihat ketika tertangkap kamera fotografer maupun televisi saat siaran langsung.

Banner pembungkus papan skor sudah robek sebagian sisinya. Tepat di logo Pemkot Kediri. Kondisi ini sering terlihat ketika kamera televisi menyorot skor pertandingan.

“Kalau live di televisi kami juga malu,” aku Ketua Aliansi Persik Kediri Bagus Hutomo.

Tempat duduk di tribun juga masih ‘kuno’. Pantat penonton langsung bersentuhan dengan permukaan semen cor. Tanpa sekat pemisah.

Apalagi tempat duduk single seat seperti syarat dari operator liga. Lebih ironis, permukaannya banyak yang mengelupas. Terasa tidak rata bila diduduki.

"Sudah nggak layak lah di kompetisi Liga 1. Beruntung aja masih bisa bermain di sini," tambah pria yang akrab disapa Bagus itu.

Baca Juga: Hadapi Persib Bandung di Stadion Brawijaya, Ini Tugas Berat Lini Bertahan Persik Kediri 

Faktanya, fasilitas jelek milik stadion yang dikeluhkan para suporter masih banyak lagi. Yang paling krusial adalah keberadaan toilet. Menurutnya, kondisinya sudah tidak layak.

"Kalau pertandingan itu dikasih toilet yang bisa dipindah (toilet portable, Red) itu lho. Setiap sudut tribun ada satu. Cowok dan cewek jadi satu," keluh Faldio, 21, salah seorang suporter.

Meski begitu, para suporter tetap bersyukur tim kesayangannya masih bisa berkandang di Kediri, di Stadion Brawijaya. Bahkan, komunitas Cyberextreme berinisiatif untuk mengecat tribun secara mandiri. Dengan biaya dari para suporter.

Saking jengkelnya teman-teman. Jadi biaya sendiri, dikerjakan sendiri,” tambah Bagus.

Oleh sebab itu, para suporter tidak merasa keberatan bila markas Persik Kediri pindah ke Stadion Gelora Daha Jayati, Kabupaten Kediri. Seperti yang berembus dalam beberapa waktu terakhir.

Menariknya, banyak suporter yang tak sabar menanti kepindahan itu. Alasannya, mereka sudah tidak betah menempati Stadion Brawijaya yang minim perbaikan sarana dan prasarana.

“Nggak masalah pindah, asalkan tetap di Kediri. Lalu, untuk Stadion Brawijaya pengen-nya ya diperbaiki. Harus bisa memberikan kenyamanan dan kemanan. Untuk anak kecil, orang tua, maupun disabilitas,” tandas Bagus.

Tak hanya suporter, manajemen Persik pun demikian. Mereka berharap agar stadion direnovasi oleh pengelola, Pemkot Kediri. Selain kondisi, fasilitas yang ada juga kurang memadai.

“Mungkin masalah waktu saja. Saya yakin pemerintah juga memperhatikan hal ini,” kata Direktur Persik Kediri Souraiya Farina Al Haddar.

Bila benar-benar direnovasi, Persik juga tak keberatan berpindah homebase untuk sementara. Bila sudah selesai, mereka akan kembali lagi ke Stadion Brawijaya.

“Stadion Brawijaya itu auranya sudah Persik,” dalihnya.

Selanjutnya, wanita yang akrab Farina itu menjelaskan bahwa Persik Kediri juga sempat melakukan perbaikan untuk memenuhi regulasi. Salah satunya memasang nomor di tribun penonton.

“Karena setelah tragedi Kanjuruhan ada assesment,” jelasnya.

Namun demikian, pihak pemerintah kota juga menyebut bahwa ada kewajiban Persik Kediri yang masih belum dipenuhi. Sayangnya, Farina enggan memberikan tanggapannya terkait hal tersebut. 

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#radar kediri #siaran langsung #suporter malu #jawapos #stadion brawijaya