Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Cerita Alfian Agung, Eks Pemain Persik Kediri yang Berjuang Sembuh dari Tumor Otak dan Hilang Penglihatan

Emilia Susanti • Kamis, 13 Juni 2024 | 17:24 WIB
PUPUK ASA: Alfian Agung Prasetya (jaket merah) bersama para pemain dan official Persik Kediri, Kamis (6/6) lalu.
PUPUK ASA: Alfian Agung Prasetya (jaket merah) bersama para pemain dan official Persik Kediri, Kamis (6/6) lalu.

KEDIRI, JP Radar Kediri - Tubuh Alfian terlihat bugar. Sepintas, saat duduk atau berdiri juga normal saja. Tidak terlihat seperti orang yang sedang sakit. Apalagi, saat mengobrol dia juga masih bisa bercanda dengan teman-temannya.

Siapa sangka, di balik keceriaannya Kamis (6/6) lalu, ternyata Alfian harus berjuang melawan penyakit kanker otak yang menggerogotinya. Apalagi, kini dia tidak bisa melihat alias buta.

Meski matanya terbuka lebar layaknya orang normal, pria berusia 28 tahun ini baru bisa berjalan bila ada yang menuntun. Ditemui di rumahnya, Alfian mengaku tak menyangka dirinya terkena tumor otak. “Tidak ada gejala sama sekali,” ungkap Alfian mengawali cerita.

Karena tidak merasakan gejala yang spesifik, dia pun terus melakoni karirnya di sepak bola. Mengikuti kompetisi bersama Persik Kediri. Baru setelah kompetisi libur karena pandemi Covid-19, Alfian mulai mendapati tanda-tanda tak lazim. “Waktu itu saya sudah tidak dengan Persik. Tapi bergabung dengan Persekat Tegal,” lanjutnya.

Alfian menyadari dirinya tidak baik-baik saja saat mengalami kejang. “Setelah itu terus blank. Gejala itu selama satu tahun. Setelah itu kejang parah dan langsung tidak bisa melihat,” kenang Alfian.

Rangkaian pengobatan pun langsung dilakoni. Termasuk menjalani operasi untuk mengangkat tumor di otaknya. Kabar baiknya, operasi itu berjalan lancar. Hanya saja, ternyata penglihatan Alfian belum bisa kembali. Apalagi, penciumannya juga sempat hilang pasca-operasi.

Menderita tumor otak, sekaligus membawa Alfian ke titik paling rendah dalam hidupnya. Sebab, dia tidak bisa lagi merumput. Bahkan, melihat pertandingan sepak bola, hal yang paling disukainya, juga tidak bisa.

Alfian hanya bisa mengikuti perkembangan terbaru sepak bola dari sang adik yang juga persikmania. Bertahun-tahun terus berjuang, Alfian menolak untuk menyerah. Dia mengaku akan terus mengikuti pengobatan agar penglihatannya bisa kembali. Sehingga, dia bisa kembali melihat teman-temannya bertanding di stadion. "Ada Gusti Allah. Jembatannya ya lewat dokter. Terus kuncinya sabar," tuturnya tentang upaya yang terus dilakukan.

Demi meraih kesembuhan, Alfian juga rela menjaga pantangan makanan. Mulai dari tak boleh makanan berminyak hingga yang bersantan. "Ya boleh sekali-sekali. Mungkin satu bulan hanya satu kali," paparnya.

Sulamiati, 53, sang ibu yang sejak awal mendampingi Alfian menjelaskan pengobatan lain yang harus dilakoni anaknya. Yakni, dengan menjalani radiasi hingga 30 kali.

Seperti halnya Alfian, Sulamiati juga terus mengupayakan kesembuhan Alfian. Dia mengaku selalu berkonsultasi dengan dokter agar anaknya bisa segera sembuh. "Sekarang tiga bulan sekali saya kontrolkan ke dokter. Satu bulan sekali ambil obat," tandas Sulamiati berharap putranya bisa segera pulih. 

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram"Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel. 

 

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#tumor otak #persik kediri #pemain persik #alfian