Meskipun dianggap paling senior, Dikri mengaku tak ingin jemawa. Seballiknya dia siap ‘ngemong’ para juniornya.
“Musim ini lebih banyak kiper, persaingan juga akhirnya menjadi semakin ketat,” terang Dikri Yusron kepada wartawan koran ini.
Selain Dikri, Persik memiliki tiga penjaga gawang lainnya. Yaitu Kartika Ajie, Djiwa Herlando, dan Eko Saputro. Dari keempat nama tersebut, Dikri diketahui menjadi kiper yang paling senior membela Persik.
Kendati dianggap paling senior di bagian penjaga gawang, Dikri mengaku tak ingin sombong. Karena tidak ada perbedaan di antara keempat kiper milik Persik itu.
Alih-alih memilih untuk tinggi hati, Dikri mengaku dirinya akan tetap rendah hati. Terutama kepada ketiga kiper milik Persik yang lainnya. Hal tersebut dilakukan bukan tanpa sebab. Karena di sepak bola profesional, tidak ada istilah senior atau junior.
“Pelatih lihat kita dari performa, bukan dari senior atau junior,” tambah pemain bernomor punggung 31 itu.
Malahan, Dikri siap untuk ‘ngemong’ kiper lainnya. Salah satunya adalah dengan tidak pelit dalam membagi ilmu dalam menjadi kiper. “Kami persaingannya harus yang sehat. Tidak boleh menjatuhkan. Kan ini juga untuk kemenangan Persik Kediri,” tambahnya.
Lebih lanjut, ketika ditanya tentang peluangnya menjadi kiper utama Persik, Dikri mengaku masih belum memikirkan hal tersebut. Dengan alasan jika dirinya masih ingin lebih fokus dalam berlatih.
“Biar pelatih saja yang menentukan,” tandasnya.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel. Editor : Anwar Bahar Basalamah