Kekalahan kemarin membuat Persik baru mengantonggi satu poin dari lima laga. Satu-satunya pertandingan yang tidak berakhir dengan kekalahan dicatat Persik ketika menghadapi Bhayangkara FC di partai kedua. Praktis, tim Kediri ini kian terbenam di dasar klasemen sementara.
Kubu Persik mengklaim, kekalahan kemarin akibat kelengahan dan kurang disiplin barisan pertahanan. Sempat menyamakan kedudukan, gawang Persik akhirnya kebobokan untuk kedua kali dalam pertadingan yang berlangsung di Stadion Jatidiri Semarang itu.
“Saya tidak menyalahkan siapapun, namun tentu harus saling mengingatkan semuanya. Kesalahan sekecil apapun tak boleh lagi terjadi. Apalagi dari situasi set-play yang sudah diantisipasi sebelumnya,” keluh asisten pelatih Jan Bonardin Saragih, usai pertandingan.
Keluhan Jan merujuk pada proses gol kedua. Crossing yang dilakukan pemain PSIS membuat bola berada tepat di kaki Cantillana, yang posisinya di depan kiper Persik Kartika Ajie. Dengan mudan pemain bernomor punggung 10 itu menjebol gawang Macan Putih.
Menurutnya, di babak kedua permainan Persik lebih baik. Mereka mampu menguasai jalannya pertandingan. Namun kelengahan itu harus dibayar mahal.
“Jujur saya sangat kecewa dengan hasil. Mereka sangat sulit masuk ke area penalti Persik, itu saya sangat apresiasi. Di babak kedua saat kami mendorong Rohit Chand lebih ofensif juga membuat tim bisa lebih menguasai pertandingan. Namun ini sepak bola dan sekecil apapun tidak boleh membuat kesalahan,” keluh Jan
Sementara itu, Pelatih PSIS Semarang Sergio Alexandre mengatakan bahwa kemenangan kemarin patut dirayakan. Ia akan mengevaluasi tim setelah pada babak kedua selalu ditekan oleh Persik. "Intinya babak kedua main kami kurang bagus. Kami syukuri hasil ini, dan akan kami lakukan evaluasi untuk pertandingan ke depannya," ujarnya.
Performa kedua tim memang terlihat berbeda saat bertanding di babak pertama dan kedua. Pada babak pertama kedua tim saling tampil ofensif. Beberapa peluang juga tidak bisa dimaksimalkan oleh kedua tim. Baru pada menit ke-27 gol tercipta.
Fredyan Wahyu Sugiyantoro menendang bola dari luar kotak penalti dengan keras. Bolanya datar, memasuki sisi kiri gawang. Tendangan tersebut setelah PSIS melakukan tendangan bebas yang memantul tepat ke arah pemain bernomor punggung 46 itu. Dua bek dan Kartika Ajie tak mampu membendungnya.
Di babak kedua, PSIS seperti loyo. Taisei dkk tidak mampu menciptakan momen emas selama 10 menit babak kedua berjalan. Sebaliknya, tim tamu mampu memanfaatkan kesempatan itu. Serangan dan tekanan Macan Putih membuahkan gol. Tendangan Riyatno Abiyoso tak mampu dibendung oleh kiper PSIS Ray Redondo. Sepakan Renan Silva yang diblok bek PSIS Semarang memantul ke atas dan tepat di depan Riyatno. Yang langsung diubah menjadi gol.
Namun, situasi lagi-lagi antiklimaks bagi Persik. Seperti ketika melawan Borneo, Persik tak fokus bertahan. Gol balasan cepat terjadi di menit ke-57. Dua menit setelah Persik menyamakan kedudukan. Skor ini tak berubah hingga peluit panjang dibunyikan di Stadion Jati Diri Semarang. Editor : Anwar Bahar Basalamah