Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Arsyad Yusgiantoro yang Kagumi Sosok Yongki Aribowo

Anwar Bahar Basalamah • Senin, 25 Juli 2022 | 17:30 WIB
SEMANGAT BERLATIH: Arsyad Yusgiantoro yang bergabung dengan Persik sejak April 2022 ingin menyamai capaian Yongki Aribowo. (Iqbal Syahroni/JPRK)
SEMANGAT BERLATIH: Arsyad Yusgiantoro yang bergabung dengan Persik sejak April 2022 ingin menyamai capaian Yongki Aribowo. (Iqbal Syahroni/JPRK)
Sama-sama dari Tulungagung, Arsyad Yusgiantoro terinspirasi dari Yongki Aribowo. Pemain yang biasa berposisi sebagai penyerang sayap itu ingin mengikuti jejak sang senior di Persik. Seperti diketahui, Yongki pernah berseragam Macan Putih di musim 2009-2010.

 

Nama Yongki disebut oleh Arsyad saat diwawancara oleh Jawa Pos Radar Kediri. Bagi lelaki kelahiran Desa Notorejo, Kecamatan Gondang, Tulungagung itu prestasi yang ditorehkan Yongki saat berseragam Persik adalah suatu hal yang ingin dilampauinya. “Sempat menjadi pemain muda terbaik, hingga bermain di timnas saat itu,” ujar Arsyad.

Dia mengaku, sempat menonton aksi Yongki saat masih berseragam di Persik. Apalagi, saat itu, pemain yang kini bermain di PSKC Cimahi itu sempat masuk skuad Timnas U-23 dan senior. “Sebagai sesama orang Tulungagung, saya ingin menyamainya, Bahkan kalau bisa melebihi,” ucap pemain 26 tahun ini.

Sebagai pemain profesional, Arsyad mengakui juga berhasrat membela Timnas Garuda. Apalagi di usianya yang sekarang memasuki masa puncak.

“Semua harus berawal dari bermain dengan baik dulu. Sebelum mimpi untuk bermain dengan jersei timnas tercapai,” ungkapnya.

Saat ini rintangan yang harus dihadapi mantan pemain PS Sleman itu adalah menjadi pembeda di skuad Macan Putih. Dalam beberapa uji coba sebelumnya, Arsyad dimainkan sebagai pemain pengganti.

Tak ingin tinggal diam, Arsyad juga terus berbenah. Selama latihan, dia selalu menunjukkan kemampuannya secara maksimal. Salah satu motivasinya adalah untuk menjadi starter di Persik Kediri.

Dia mengaku, dengan adanya Joanderson, M. Ridwan, Feri Pahabol, dan Riyatno Abiyoso, di formasi serangan tak menyurutkan semangatnya. “Malah menjadi motivasi, semua striker dan sayap senior itu juga bagus. Saya jadikan mentor, sekaligus rekan untuk bekerja sama,” terang anak bungsu dari dua bersaudara ini.

Dia sudah terbiasa dengan skema yang dilakukan pelatih Javier Roca. Meski baru musim ini bergabung dengan Persik Kediri. Sebelumnya, Arsyad lebih sering berada di sayap kanan. Namun beberapa kali juga ditarik ke tengah menjadi nomor 9. Saat bermain di uji coba di Jakarta, maupun saat uji coba lainnya.

Baginya, kemenangan tim secara kolektif lebih penting. Karena dalam tim semua pemain itu bergantung satu dengan yang lainnya. Arsyad juga ingin setiap pertandingan Persik di Liga 1 musim 2022/2023, dia memiliki kontribusi dalam kemenangan tim. “Kalau cita-cita lainnya di luar sepak bola, saya juga ingin berangkat haji ke Tanah Suci bersama keluarga,” kata Arsyad.

Arysad bergabung dengan Persik Kediri pada April 2022. Setelah setengah musim dipantau langsung oleh Javier Roca. Sejak pertengahan musim 2021/2022, Roca sempat ingin memboyong Arsyad. Namun karena kontrak yang belum habis dengan PS Sleman, Arsyad baru diboyong setelah kompetisi selesai. Editor : Anwar Bahar Basalamah
#info persik kediri #berita terkini #kediri #info kediri #persik kediri #persik official #info terkini #persik news #sepak #info sepak bola #macan putih #berita kediri #seputar persik