Persik kian berwarna. Legiun asing yang mereka miliki datang dari berbagai penjuru benua. Salah satunya adalah Marwin Angeles, yang menjadi pemain Filipina pertama yang merumput di Liga Indonesia.
Namanya Marwin Angeles. Berpaspor salah satu negeri jiran Indonesia, Filipina. Kehadirannya sangat ditunggu-tunggu kubu Macan Putih. Berharap gelandang ini bisa mempertangguh lini tengah.
Lalu, seperti apa sebenarnya track record pemain yang dipanggil Marwin ini? Tentu bukan tanpa dasar dia menjadi pemain Filipina pertama yang merumput di Liga Indonesia. Dia tentu punya kemampuan yang membuat kubu Macan Putih melirik. Salah satunya, kemampuan menggocek si kulit bulat diasah di Italia. Negeri yang dikenal sebagai salah satu kiblat sepak bola dunia.
Memang, meskipun tinggal di Filipina, pemain 31 tahun ini menghabiskan masa kecilnya di Negeri Spaghetti tersebut. "Saya lahir di Italia. Dan ketika usia 20 tahun saya pindah ke Filipina dan tinggal di sana," jelas Marwin.
Karena besar di Italia, kemampuan mengolah bolanya banyak ditempa di negeri yang empat kali jadi kampiun Piala Dunia tersebut. Sejak kecil Marwin bergabung dengan akademi sepak bola di Venice. "Saya dibesarkan di sepak bola Italia," ungkap mantan pemain Kaya FC ini.
Karena terbiasa dengan kultur sepak bola Eropa, Marwin mengakui salah satu kemampuannya adalah pemahaman taktikal. Seperti diketahui, sepak bola Italia lebih mengandalkan taktik dibanding kecepatan dan teknik. "Tapi di aspek teknikal, saya juga punya keunggulan," koar Marwin.
Selama berkarir sebagai pesepak bola profesional, Marwin selalu diplot sebagai gelandang. Akan tetapi, saat merintis karir, dia biasa bermain di posisi penyerang sayap.
Seiring berjalannya waktu, Marwin mengaku saat ini nyaman bermain di lini tengah. Alasannya, gelandang bisa melihat semua sisi lapangan ketika pertandingan. "Saya bisa menyerang dan bertahan. Keduanya saya lakukan dengan baik," ucapnya.
Marwin mengaku senang bisa bergabung dengan skuad Macan Putih. Ketika manajemen Persik menyatakan ketertarikannya, dia tidak berpikir dua kali. "Mereka serius menghubungi saya. Dan saya langsung setuju untuk tanda tangan kontrak. Saya tahu Persik adalah tim yang punya sejarah di Indonesia," ujar Marwin.
Di Persik, dia ingin membantu klub pemilik dua bintang juara tersebut meraih banyak poin. Saat ini, posisi Persik memang masih rawan terjerembab di zona degradasi. "Saya siap bermain dan membantu tim mendapatkan banyak poin," ungkap mantan pemain Timnas Filipina ini.
Bersama Adi Eko Jayanto dan Taufiq, Marwin akan bahu membahu mengordinasi lini tengah Persik. Mereka akan dibantu Dionatan Machado yang lebih stylish. (baz/fud)
Editor : adi nugroho