KEDIRI, JP Radar Kediri – Situasi paradoks terlihat dalam perjuangan Persedikab di kancah Liga 3 Nasional. Di tengah upaya mereka menembus pintu promosi ke Liga 2 dukungan suporter sangat minimalis. Hingga pertandingan ketiga yang mereka lakukan, paling banter ditonton 200-an orang saja. Padahal pertandingan Grup O berlangsung di Stadion Canda Bhirawa.
Karena itulah, di pertandingan terakhirnya nanti sore, Persedikab berharap dukungan yang lebih besar lagi. Karena itulah panitia pelaksana (panpel) memilih cara untuk mengobral tiket. Hanya menjual seharga Rp 1 ribu. Turun drastis dari harga normal yang senilai Rp 20 ribu per lembar.
“Kami butuh dukungan dari masyarakat luas. Sekaligus memberi hiburan bagi warga Kabupaten Kediri,” dalih Media Officer (MO) Persedikab Kediri Dimas Andhika terkait alasan mengobral harga tiket.
Baca Juga: Preview Liga 3 Nasional: Ingin ke 32 Besar, Persedikab Minimal Harus Seri Lawan PSIK Klaten
Di samping menjual murah, Persedikab juga membagikan sebanyak 700 tiket secara gratis. Dibagikan ke sekolah-sekolah serta instansi pemerintahan yang ada di Kecamatan Pare.
Menurutnya, dukungan itu menjadi penting lantaran pertandingan nanti menjadi penentu bagi lolos tidaknya Persedikab Kediri ke babak 32 besar. Sehingga, semakin banyaknya suporter, diharapkan bisa memotivasi tim untuk memenangkan pertandingan.
Sementara, terkait tiket yang dijual murah itu, manajemen tak peduli jika harus kehilangan pemasukan hingga jutaan rupiah itu. “Yang penting operasional ketutup,” terang Dimas.
Terpisah, Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) Mursalim mengatakan bahwa kapasitas untuk di tribun bisa mencapai 900 orang dengan kondisi berdempet-dempetan. Oleh karenanya, jika memang semua hadir seribu orang, pihaknya akan memfungsikan tribun yang ada di sebelah timur.
Baca Juga: Jelang Lawan PSIK Klaten, Persedikab Wajib Menang untuk Amankan 32 Besar Liga 3 Nasional
“Kalau memang nanti nggak cukup akan ditempatkan di tribun timur,” tandasnya.
Sementara, penggunaan Stadion Canda Bhirawa sebagai gelaran Liga 3 Putaran Nasional untuk babak 32 masih menjadi tanda tanya. Dimas mengatakan bahwa manajemen Persedikab Kediri sendiri sudah mengajukan agar stadion Canda Bhirawa tetap bisa digunakan. Namun, proses pengajuan itu masih berjalan dan belum ada kepastian final.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah