KEDIRI, JP Radar Kediri—Beberapa perubahan teknis dalam pelaksanaan pemungutan dan penghitungan suara dalam Pemilu kali ini rawan memunculkan kesalahan. Setidaknya,bila mengacu pada hasil simulasi coblosan yang berlangsung di Balai Kelurahan Semampir kemarin (30/1). Proses penghitungan suara tersendat karena ada ketidakcocokan jumlah surat suara dan daftar hadir.
Setelah dirunut mulai awal, akhirnya diketahui sumber permasalahan. Yaitu saat pengisian daftar hadi. Ada kesalahan dalam proses itu. Yang berujung tidak sinkronnya hasil akhir.
“Kalau dulu (Pemilu 2019) kan daftar hadirnya mengisi sendiri namanya. Jadi celah kesalahan itu kecil. Sekarang daftar namanya sudah ada, masyarakat tinggal tanda tangan,” ujar Komisioner KPU Kota Kediri Nia Sari ketika ditanya terkait dugaan penyebab kesalahan tersebut.
Padahal, pelaksanaan coblosan kurang 14 hari lagi. Karena itulah, perempuan asal Kelurahan Banaran ini menegaskan pihaknya akan terus memaksimalkan persiapan. Yakni dengan menggelar simulasi riil di tiga kecamatan di Kota Kediri.
“Dari KPU akan menggelar simulasi tiga kali. Kemarin sudah di Kecamatan Pesantren. Setelah hari ini di Kecamatan Kota, selanjutnya akan ada lagi di Kecamatan Mojoroto,” sambungnya saat ditemui di Balai Kelurahan Semampir.
Alumnus Universitas Brawijaya itu menambahkan, setelah ini tugas panitia pemilihan kecamatan (PPK) yang akan melaksanakan simulai secara riil. Mereka akan melakukannya dengan masing-masing panitia pemungutan suara (PPS) di kelurahan.
Disingung terkait kesalahan yang masih ditemui dari petugas penyelenggara, Nia tak mempersoalkan hal itu. Justru, kesalahan saat simulasi penting agar penyelenggara bisa mengetahui celah-celah kerawanan yang bisa terjadi di hari pemungutan suara.
“Menurut saya malah bagus saat terjadi kesalahan. Dalam artian, ketika pada proses simulasi terjadi kesalahan, teman-teman penyelenggara bisa aware. Ternyata kerawanannya di sini. Sehingga mereka bisa lebih hati-hati saat memberikan bimtek kepada PPS dan KPPS,” dalihnya.
Sementara itu, dari tujuh petugas KPPS di masing-masing tempat pemungutan suara (TPS), secara khusus ia menyoroti peran KPPS 4 dan KPPS 5. Sebab, dua petugas yang berada di pintu masuk ini punya peran yang krusial.
“KPPS 4 harus memastikan pemilih yang masuk, jari-jari tangannya belum ada tinta sama sekali. Selain harus teliti cek identitas kependudukan seperti KTP atau surat keterangan,” pungkasnya.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah