Hobi bermain sepakbola sejak kecil, mimpi Rendhi Adityas Saputra untuk menjadi pesepakbola profesional terwujud setelah dia dikontrak Persedikab. Atlet Porprov Jatim itu pun bertekad untuk terus berprestasi.
“Fokus...fokus...fokus...!” teriak pelatih Persedikab Kabupaten Kediri Muslim Habibi memberi instruksi kepada puluhan pemain yang mengikuti latihan di Stadion Canda Bhirawa, Pare, Rabu (18/10) lalu. Teriakan kencang sekitar pukul 08.00 itu seolah jadi pelecut para pemain. Dengan sigap, mereka langsung memacu ritme latihan.
Tak terkecuali pemain bernomor punggung 10 yang tak lain Rendhi Adityas Saputra. Pemilik tinggi badan 160 sentimeter (cm) itu terlihat lincah menggiring bola. Dribble pemuda yang berposisi sebagai penyerang sayap itu dengan mudah melewati satu-dua pemain. Kelincahannya itu pula yang jadi senjata utama.
Latihan selesai sekitar 30 menit kemudian. Rendhi langsung menepi. Dia mengambil segelas air untuk minum. Sebagian digunakan untuk membasuh wajahnya yang penuh peluh. “Bermain di Persedikab ini mimpi saya dan kedua orang tua saya,” kata Rendhi sambil tersenyum, membuka perbincangan dengan Jawa Pos Radar Kediri.
Baca Juga: Ini Kelemahan Persedikab Kediri yang Masih Harus Dievaluasi
Hobi bermain sepakbola sejak kecil, dia bersyukur karena kegemarannya itu didukung penuh oleh orang tuanya. “Semua anak pasti punya cita-cita buat nyenengin orang tua. Terutama ibu,” lanjutnya.
Tekad itu pula yang membuat Rendhi berlatih keras demi berprestasi. Lahir di keluarga yang benar-benar gila bola, dia memang akrab dengan permainan bola bundar. Ini tak lepas dari kegemaran kakek, ayah, hingga kakak-kakaknya akan sepakbola. Bahkan sang ibu juga penggemar sepakbola.
Meski semuanya menyukai sepakbola, tidak ada satu pun keluarganya yang menjadi pemain bola profesional. Karenanya, Suwarti, sang ibu, memiliki keinginan agar salah satu anaknya jadi pemain bola profesional.
Indikasinya, bisa bermain di klub dan liga profesional. Rupanya, cita-cita itu tidak bisa diwujudkan oleh sang kakak yang hanya bermain di klub amatir.
Baca Juga: Persedikab Kediri Belum Temukan Kerangka Tim
“Ibu saya cuma punya dua anak. Saya dan kakak saya,” papar pria asal Desa Bendosari, Kras itu.
Setelah sang ayah tak bisa mewujudkan mimpi ibunya, mau tak mau Rendhi harus bekerja keras. Pintu menjadi pemain sepakbola profesional terbuka setelah dia resmi dikontrak oleh Persedikab.
Untuk menapaki fase ini, Rendhi sama sekali tidak melewati jalan yang mulus. Bermain bola sejak usia tujuh tahun, dia harus berlatih keras karena postur tubuhnya bisa dibilang mungil.
Hal itu tak membuat tekadnya surut. Sebaliknya, Rendhi malah makin bersemangat. Menunjukkan kemampuan yang terbaik di setiap pertandingan. Hingga akhirnya dia masuk ke tim Kabupaten Kediri untuk Porprov Jatim tahun 2023.
Bersama tim Kabupaten Kediri, Rendhi cukup moncer. Pemain yang mampu bermain di sayap kanan dan kiri itu menjadi andalan tim. Hingga akhirnya dia mampu mempersembahkan medali perak untuk Kabupaten Kediri. “Saat itu benar-benar tidak menyangka karena kami juga bukan tim kuda hitam. Tak pernah dapat medali,” terangnya.
Sukses di porprov, Rendhi yang ingin menjadi pesepakbola profesional lalu ditawari untuk bergabung dengan Persedikab. Otomatis dia bisa bermain di kompetisi Liga 3.
Tak ayal itu langsung membuatnya senang. Kabar itu langsung diumumkan kepada keluarganya. Mereka pun tak bisa menahan kegembiraannya. Terutama sang ibu. Dia senang bukan kepalang karena cita-citanya untuk memiliki anak pesepakbola terwujud. “Sekarang harus tampil yang terbaik. Harus bisa bawa nama baik keluarga,” tekadnya.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah