GRESIK, JP Radar Kediri-Persedikab Kediri harus menerima hasil imbang di laga pertama 16 Besar Liga 3 Nasional melawan PSDS Deli Serdang, kemarin sore. Pembenahan finishing jadi pekerjaan rumah (PR) bagi Bledug Kelud setelah gagal memanfaatkan peluang penalti.
Asisten Pelatih Persedikab Kediri Muslim Habibi menilai hasil seri kemarin tak lepas dari kondisi pemain yang dalam keadaan tegang. Hal tersebut terlihat dari skema permainan sejak menit-menit awal pertandingan. "Mungkin ini juga karena pertandingan awal, 16 besar juga," katanya.
Lebih jauh Habibi menjelaskan, para penggawa Bledug Kelud juga kurang memanfaatkan peluang yang ada. Misalnya, beberapa tendangan yang melebar dan dapat dapat dihalau dengan mudah oleh kiper PSDS M. Irfan selama pertandingan.
Bahkan, Persedikab juga gagal memanfaatkan penalti oleh M. Delan I. Selang pada menit ke-69. Tendangan keras ke arah kanan itu mampu dihalau oleh M. Irfan dengan baik. "Terkait penalti gagal tadi. Kita tidak ada yang tahu gol atau tidaknya," terang Habibi.
Meski meraih hasil seri, dia mengaku tim pelatih tetap mengapresiasi perjuangan pemain yang sudah berjuang selama 90 menit kemarin sore. "Kita targetnya masih jauh. Pertandingan berikutnya harus terus berbenah," aku Habibi.
Terpisah, Kapten Persedikab M. Khanafi menuturkan, dia bersama tim sudah bermain maksimal. Namun, Khanafi juga mengakui jika timnya siap berbenah untuk menghadapi pertandingan selanjutnya. "Tentunya kami akan fokus ke laga berikutnya," tutur pencetak gol dari Persedikab itu.
Untuk diketahui, Pertandingan di Stadion Joko Samudro Gresik kemarin membuat Persedikab membawa pulang hasil imbang 1-1 melawan PSDS Deli Serdang. Selama sekitar 90 menit, kedua tim saling jual beli serangan. Pada menit awal babak pertama, Persedikab hampir membukukan gol. Sayangnya, tendangan keras Khanafi masih dapat dihalau oleh Irfan.
Selama 15 menit berjalan, jala PSDS juga terancam. Lagi-lagi, sundulan Ferry Cahyo Utomo masih membentur mistar gawang dan urung berbuah gol.
Selanjutnya, serangan demi serangan terus dilakukan oleh anak asuh Tony Ho. Tetapi, belum membuahkan hasil.
Justru Persedikab yang kemasukan lebih dulu. Gol pertama tim berjuluk Traktor Kuning itu dicetak oleh Randhika. Poin diraih oleh PSDS setelah sepakan keras Irwan lepas dari cengkraman kiper Persedikab Fradian. Muntahan bola itu dapat dimaksimalkan oleh Randhika. 1-0 untuk PSDS.
Seolah tenggelam dalam sukacita atas gol pertama. PSDS kecolongan selang tiga menit kemudian. Kemelut di depan gawang membuat tendangan keras Delan yang terpental, mampu dimanfaatkan oleh Khanafi. Skor 1-1 pun terjadi di menit ke-36.
Sebelum babak pertama usai, PSDS terpaksa bermain dengan 10 orang. Hal itu terjadi setelah Fahri Rozi mendapat kartu kuning kedua di menit ke-41. Sayangnya, jumlah pemain yang tak lengkap ini juga belum bisa menambah peluang Persedikab untuk unggul. Hingga peluit berbunyi di menit '90, skor tetap 1-1. Dengan hasil tersebut, seluruh tim di Grup AA masih mengantongi poin masing-masing 1.
Sementara itu, Pelatih PSDS Syahrial Effendi yang dihubungi Jawa Pos Radar Kediri secara terpisah mengaku puas dengan hasil ini. Terkait insiden penalti kemarin, dia mengaku bersyukur karena pertandingan tetap bisa diselesaikan dengan baik."Tanpa ada keributan. Itu yang paling penting," tegasnya.
Disinggung tentang kartu merah pemainnya, Syahrial mengaku akan melakukan rotasi pemain di pertandingan selanjutnya. Dia mengklaim semua pemain PSDS siap dimainkan. "Evaluasi pasti tetap akan dilakukan," imbuhnya. (syi/ut)
Editor : adi nugroho