JP Radar Kediri- Ledakan petasan di area kebun bambu Desa Krecek, Kecamatan Badas, Kabupaten Kediri, Jumat (20/3) malam, ternyata terjadi hingga tiga kali. Dentuman keras tersebut sempat membuat warga sekitar panik.
Tiga orang dilaporkan mengalami luka-luka akibat insiden tersebut. Hingga kini, kasus tersebut masih dalam penanganan aparat kepolisian.
Wakapolres Kediri Kompol Hari Kurniawan mengungkapkan, dari hasil sementara di lapangan, ledakan terjadi beruntun. Lokasi kejadian berada di area belakang permukiman warga yang relatif sepi dan tertutup rimbunan bambu. Hal ini membuat aktivitas tersebut tidak banyak diketahui masyarakat sekitar.
“Daya ledak terjadi tiga kali. Lokasinya di belakang rumah penduduk, di bawah pohon bambu, sehingga tidak banyak diketahui warga,” ujarnya.
Ia menjelaskan, tidak ada kerugian material dalam kejadian tersebut. Namun, tiga korban mengalami luka dan saat ini menjalani perawatan di rumah sakit.
Satu korban masih dalam penanganan intensif. Sementara lainnya sudah berada di ruang perawatan.
Ketiga korban masing-masing berinisial MZA (20), AD (18), dan AR (26). Seluruhnya kini mendapatkan penanganan medis di RS HVA Pare.
Kondisi terbaru, satu korban masih dirawat intensif. Sementara dua lainnya mulai membaik.
Kompol Hari menambahkan, pihak kepolisian sebenarnya telah berulang kali melakukan sosialisasi terkait bahaya petasan kepada masyarakat. Edukasi dilakukan melalui berbagai jalur, mulai dari media sosial hingga melibatkan perangkat desa dan tokoh masyarakat.
“Kapolres Kediri AKBP Bramastyo sudah memberikan imbauan melalui flyer dan media sosial. Rekan-rekan Bhabinkamtibmas, Babinsa, hingga perangkat desa juga sudah melakukan sosialisasi. Namun, masih ada masyarakat yang melakukan secara sembunyi-sembunyi,” terangnya terkait korban yang main petasan di area kebun bambu yang jauh dari pemukiman.
Saat ini, tim Inafis dan Satreskrim Polres Kediri masih melakukan penyelidikan serta pendalaman terkait barang bukti di lokasi kejadian. Polisi memastikan akan terus menggencarkan edukasi kepada masyarakat terkait risiko penggunaan petasan.
"Informasi lebih lanjut akan disampaikan setelah proses penyelidikan selesai," jelas perwira pangkat satu melati emas di pundak itu.(*)
Editor : Mahfud