JP Radar Kediri — Kebakaran melanda lahan jati di Dusun Oro-Oro Ombo, Desa Panggung, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri, Sabtu (12/9) malam.
Api sempat mengancam bangunan kandang ayam dan kambing yang berada di sekitar lokasi.
Kebakaran diketahui warga yang melintas sekitar pukul 18.40 WIB.
Warga kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada Bhabinkamtibmas yang selanjutnya diteruskan ke petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Kediri Pos Ngadiluwih.
Plt Kasatpol PP Kabupaten Kediri Kaleb Untung Satrio Wicaksono mengatakan, petugas langsung bergerak setelah menerima laporan.
Satu unit armada damkar diterjunkan untuk mencegah api meluas.
"Petugas langsung melakukan pemadaman untuk mencegah api merembet ke area di sekitarnya, terutama bangunan yang berada tidak jauh dari titik kebakaran," ujar Kaleb.
Tim Damkar Pos Ngadiluwih berangkat menuju lokasi sekitar pukul 18.44 WIB dan tiba sekitar pukul 19.15 WIB.
Baca Juga: Oven Pisang Mentah Picu Kebakaran, Kerugian Capai Rp 25 Juta
Sebanyak lima personel dikerahkan dengan satu unit armada berkapasitas 2.500 liter bernopol AG 8240 GP.
Petugas kemudian melakukan pemadaman dan pembasahan pada area yang terbakar.
Api akhirnya berhasil dikendalikan dan dipadamkan sekitar pukul 21.15 WIB sesuai standar operasional prosedur (SOP).
Berdasarkan informasi awal, kebakaran diduga dipicu pembakaran sampah yang kemudian menjalar ke lahan jati.
Kondisi lahan yang mudah terbakar membuat api berpotensi meluas jika tidak segera ditangani.
Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian tersebut.
Kerugian material juga tidak tercatat karena api berhasil dikendalikan sebelum menyebabkan kerusakan pada bangunan di sekitar lokasi.
Sementara itu, aset berupa kandang ayam dan kandang kambing dengan nilai sekitar Rp 500 juta berhasil diselamatkan.
Kaleb kembali mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran sampah secara sembarangan, terutama di dekat lahan yang banyak ditumbuhi tanaman atau terdapat material mudah terbakar.
"Jangan membakar sampah di dekat lahan terbuka, apalagi ketika kondisi berpotensi membuat api cepat menjalar. Pastikan api benar-benar padam sebelum ditinggalkan," pungkasnya.
Editor : Mahfud