JP Radar Kediri— Dugaan keracunan makanan Makan Bergizi Gratis (MBG) terjadi di wilayah Kecamatan Badas, Kabupaten Kediri.
Dari kejadian yang berlangsung pada 3 September lalu tersebut, tercatat 10 orang mengalami gejala setelah mengonsumsi makanan MBG.
Kapolsek Pare AKP Wendi Sulistiono mengatakan, dari 10 orang yang mengalami gejala, enam di antaranya mendapat penanganan dari puskesmas. Gejala yang dirasakan antara lain mual, pusing, dan diare.
"Ada enam yang langsung ditangani puskesmas," ujar Wendi saat dikonfirmasi, Senin (7/9).
Meski demikian, kondisi para siswa yang mengalami keluhan tersebut tidak sampai membutuhkan perawatan di rumah sakit.
Berdasarkan keterangan dokter puskesmas, tidak ada pasien yang perlu dirujuk atau menjalani rawat inap di rumah sakit.
"Dokter dari puskesmas menyampaikan tidak ada yang perlu dirawat di RS," jelasnya.
Selain penanganan di fasilitas kesehatan, petugas puskesmas juga melakukan pemantauan terhadap mereka yang mengalami gejala.
Baca Juga: Lagi, MBG Diduga Picu Keracunan, Kali Ini di Badas Kediri , Satu SPPG Disorot
Petugas mendatangi kediaman masing-masing untuk memastikan kondisi mereka setelah kejadian tersebut.
Wendi menjelaskan, total terdapat 10 orang yang dilaporkan mengalami gejala.
Namun, enam orang di antaranya mengalami gejala ringan dan mendapat penanganan langsung dari puskesmas.
Sebelumnya, Ketua Satgas MBG Kabupaten Kediri Moh Kediri Solikin membenarkan adanya kejadian dugaan keracunan MBG tersebut.
Kejadian berlangsung pada 3 September dan telah didalami oleh Satgas MBG.
Hingga kini, penyebab munculnya gejala pada sejumlah penerima MBG tersebut masih dalam pendalaman.
Pemeriksaan diperlukan untuk memastikan apakah penyebab keracunan itu.
Editor : Andhika Attar AninditaSumber : Radar Kediri