JP Radar Kediri – Keracunan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) juga terjadi di SMAN 1 Lasem, Kabupaten Rembang. Sebanyak 752 siswa dan 25 guru diduga mengalami diare, lemas, pusing, mual hingga muntah-muntah setelah menyantap makanan MBG pada Kamis (3/9).
Pihak sekolah akhirnya menghentikan sementara kegiatan pembelajaran dan memulangkan seluruh siswa lebih awal.
Kepala SMAN 1 Lasem, Juhartutik, mengatakan kejadian tersebut diduga berkaitan dengan makanan MBG yang diterima sekolah pada Rabu (2/9/2026) sekitar pukul 11.00 WIB.
"Tadi pagi ternyata laporannya satu kelas ada yang 20 anak, ada yang 31 anak. Total ada 752 siswa dari 1.174 siswa dan 25 guru yang terdampak. Gejalanya diare, lemas, pusing, bahkan ada yang muntah-muntah di sekolah," ujar Juhartutik, Kamis (3/9/2026) dilansir Radar Kudus (Jawa Pos Group).
Baca Juga: Keracunan MBG Lagi! 70 Siswa di Jombang Sakit Perut usai Makan Udang yang Beraoma Tak Sedap
Makanan tersebut berasal dari Dapur SPPG Soditan dan kemudian dibagikan kepada para siswa saat jam istirahat sekitar pukul 11.45 WIB.
Adapun menu yang disajikan hari itu terdiri atas nasi, ayam bakar, sambal, lalapan, tempe goreng, dan buah semangka sebagai pencuci mulut.
Gelombang keluhan sebenarnya mulai dirasakan sebagian siswa pada Rabu malam. Namun, laporan yang masuk ke pihak sekolah masih tergolong minim dan belum menunjukkan indikasi kejadian luar biasa (KLB).
Situasi berubah drastis pada Kamis pagi. Laporan dari berbagai wali kelas melonjak tajam. Sejumlah kelas melaporkan puluhan siswanya tumbang secara bersamaan dengan gejala serupa.
Baca Juga: Klarifikasi Kepala SPPG Kalitengah Sidoarjo Terkait 516 Santri Keracunan Menu MBG
Lonjakan pasien mendadak ini membuat suasana sekolah lumpuh dan tidak kondusif. Fasilitas toilet yang ada di sekolah bahkan tidak mampu menampung antrean siswa yang harus bolak-balik akibat diare dan sakit perut parah. Lima orang siswa yang kondisinya paling mengkhawatirkan harus dilarikan ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan pertolongan medis darurat.
Mengingat jumlah warga sekolah yang terdampak mencapai sekitar 61 persen dari total keseluruhan siswa, pihak sekolah akhirnya mengambil keputusan tegas untuk memulangkan seluruh anak didik. Penyaluran program MBG di lingkungan SMAN 1 Lasem juga dihentikan sementara waktu sebagai langkah antisipasi lanjutan.
Menanggapi insiden ini, jajaran Puskesmas, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Rembang, bersama pengelola SPPG langsung bergerak cepat mendatangi lokasi sekolah. Kedatangan tim gabungan ini untuk melakukan investigasi lapangan sekaligus memberikan penanganan medis darurat bagi warga sekolah yang masih merasakan gejala sakit.
Meski pihak pengelola SPPG mengeklaim bahwa makanan yang didistribusikan telah melalui prosedur pemeriksaan internal, pihak sekolah tetap mendesak agar sisa sampel makanan segera dikirim ke laboratorium resmi di Rembang. Langkah ini dinilai krusial untuk membuktikan secara ilmiah apa pemicu utama di balik gangguan kesehatan massal tersebut.
Selain menggandeng Dinas Kesehatan untuk uji laboratorium, pihak sekolah juga proaktif melakukan evaluasi internal. Sebuah kuesioner kesehatan dibagikan secara menyeluruh untuk memetakan kondisi fisik setiap warga sekolah sekaligus menjadi pijakan dalam menentukan langkah mitigasi ke depan.
"Sekolah juga membagikan kuesioner evaluasi kesehatan kepada seluruh warga sekolah untuk menentukan langkah tindak lanjut program ke depan," tandas Juhartutik.
Editor : Shinta Nurma Ababil